Webinar KM UNAIR Banyuwangi Bahas Peran Perempuan di Lingkar Kekuasaan Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Times Indonesia

UNAIR NEWS Pentingnya peranan wanita dalam pembangungan bangsa adalah isu menarik untuk dibahas. Dengan sudah termanifestasikanya feminisme dalam berbagai bidang termasuk politik, menjadikan wacana tentang sumbangsih kaum wanita dalam berbagai langkah instrumental pada struktur pemerintahan Indonesia layak untuk dikaji. Oleh karena itu, Kementrian Sosial dan Politik Keluarga Mahasiswa (KM) PSDKU UNAIR di Banyuwangi mengangkat tema “ Menakar Sumbangsih Peran dan Kontribusi Wanita di Lingkar Kekuasaan Pemerintah Indonesia” pada FGDhari Kamis (21/10) lalu media Zoom.

Fanda Puspitasari yang merupakan salah satu narasumber dalam kesempatan tersebut megungkapkan bahwa perempuan adalah salah satu kekuatan terbesar yang memiliki peranan penting bagi Bangsa Indonesia. Mengutip pernyataan Presiden Soekarno, Fanda menganalogikan bahwa perempuan dan laki-laki seperti halnya sepasang sayap burung, sehingga perempuan juga harus diberi ruang untuk menjadi subjek atau aktor untuk membuat kebijakan dan perubahan.

“Memberikan ruang pada perempuan untuk turut menjadi aktor dalam membuatan perubahan dan kebijakan adalah hal yang harus dilakukan, karena diakui atau tidak wanita adalah separuh kekuatan bangsa Indonesia jika melihat prosentase wanita yang bahkan lebih banyak,” ungkap Wakil Ketua Bidang Pergerakan Sarinah  DPP GMNI tersebut.

Ketika perempuan juga diberi ruang untuk mengelola dan memanfaatkan potensinya dalam pemerintahan, sambungnya, maka secara otomatis juga akan memberi kebermanfaatan bagi masyarakat luas dan pembangunan nasional khususnya. Untuk mencapainya, ia mengatakan bahwa diperlukan adanya sebuah reformasi undang-undang untuk keterlibatan perempuan dalam dunia politik dan pembangunan nasional serta perlu diadakan pendidikan dan pelatihan untuk mengubah citra politik.

“Serta pola pikir para kartini muda sehingga berani tampil untuk menjadi aktor dari sebuah perubahan,” tandasnya.

Sementara itu, Bagas Aidi yang merupakan Menteri Sosial dan Politik KM mengungkapkan bahwa selain untuk membuka wawasan dan pola pikir mahasiswa PSDKU UNAIR terkait partisipasi wanita dalam politik dan pemerintahan. FGD ini juga diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para mahasiswi untuk ikut dalam kontestasi kepemimpinan ormawa di PSDKU menjelang reorganisasi pengurus pada periode 2020-2021 nanti.

“Saya harap dengan adanya FGD ini dapat memicu para mahasiswi PSDKU untuk maju dalam pemilihan para pemimpin organisasi di PSDKU sehingga iklim kompetitif antar mahasiswa dalam perebutan kepemimpinan ormawa PSDKU,” harapnya.

Penulis  : Ivan Syahrial Abidin

Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu