Obat Penurun Kolesterol Golongan Statin dan Penggunaannya pada Anak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi kolesterol. (Sumber: liputan6.com)

Obat golongan statin penurun kolesterol pada anak

Strategi pengobatan untuk menurunkan kolesterol (kasus hiperlipidemia) pada anak dikembangkan dengan pemberian obat golongan: statin, asam empedu (questran), fibrat, asam nikotinat dan ezetimib. Di antara obat ini, golongan statin telah direkomendasikan sebagai pengobatan utama (lini pertama) untuk hiperlipidemia terutama untuk familial hypercholesterolemia (FH) dan ditoleransi dengan baik pada anak. Penggunaan obat golongan statin pada anak yang menderita hiperlipidemia dapat diberikan oleh klinisi sebagai obat pencegahan agar penyakit ini tidak berkembang ke arah penyakit jantung yang lebih berat.

Keunggulan obat golongan statin

Obat golongan statin mempunyai beberapa keunggulan yaitu terdapat efek pleiotropik disamping efek penurun kolesterol. Efek pleiotropik ini berupa : antiradang/antiinflamasi, antioksidan, imunomodulator, antiproliferasi, stabilisasi plak di pembuluh darah dan pencegahan terhadap agregasi platelet/trombosit. Untuk pemberian peroral semua jenis statin diserap dengan baik dari usus, tetapi memiliki ketersediaan obat dalam darah yang rendah dan bervariasi (5-50%) karena efek metabolisme lintas pertama obat yang sangat tinggi di dalam hati. Sebagian besar statin mempunyai struktur asam β-hidroksi sehingga mengalami metabolisme di hati diubah menjadi bentuk aktifnya, kecuali untuk lovastatin dan simvastatin yang merupakan prodrug (pro-obat).

Dalam sirkulasi sistemik statin dapat berikatan dengan albumin dalam jumlah yang bervariasi berdasarkan karakteristik obatnya sehingga mempengaruhi parameter volume distribusi dan waktu paruh obat. Rute metabolisme utama semua statin adalah melalui cytochrome P450 (CYP). Atorvastatin, lovastatin, pravastatin, dan simvastatin dimetabolisme melalui isoform CYP3A4, sedangkan fluvastatin, pitavastatin, dan rosuvastatin dimetabolisme melalui isoform CYP2C9. Berdasarkan metabolismenya hampir semua jenis statin diekskresi lebih dari 60% melalui feses. Profil  kinetika obat dalam tubuh, efektivitasnya dan keamanan obat golongan statin pada anak dan dewasa hampir tidak ada perbedaan.

Dari hasil penelitian terkait efektivitas dan keamanan statin pada anak menunjukkan bahwa obat golongan statin secara bermakna dapat mengurangi kadar LDL-C sebesar 35%  setelah pemberian 6 bulan. Obat ini juga telah terbukti memiliki efek positif pada lipida aterogenik penting lainnya, khususnya apoB, VLDL, apoA1, HDL-C, TC, dan TG.  Begitu pula dengan studi keamanannya, juga telah diteliti secara luas, salah satunya menyangkut efek samping pada anak dan remaja yang menerima pengobatan statin dan dilaporkan tidak ada efek samping yang membahayakan.  Efek samping umum yang sering terjadi pada pasien dewasa adalah nyeri dan kelemahan otot, rhabdomiolisis dan gangguan fungsi hati, sehingga perlu dipantau bersama dengan efek samping lainnya.

Interaksi obat yang banyak terjadi bila golongan statin diminum bersamaan dengan obat lain yaitu obat yang menghambat sitokrom P450 3A4 seperti makrolida, pemblok HIV-protease, pemblok kanal kalsium, antijamur, dan siklosporin. Akibat dari interaksi tersebut menimbulkan peningkatan kadar statin dalam darah dan meningkatkan risiko toksisitas dari statin sehingga perlu kewaspadaan bila diberikan bersamaan.

Beberapa studi juga melaporkan bahwa  penggunaan statin harus dibatasi untuk anak dengan risiko penyakit jantung ateroklerotik. Akan tetapi, penggunaan statin ini telah disetujui untuk digunakan pada anak usia 8 tahun ke atas untuk pravastatin; sedangkan atorvastatin, fluvastatin, lovastatin, rosuvastatin, dan simvastatin digunakan pada usia 10 tahun ke atas.  

Obat golongan statin yang disarankan untuk anak

Penggunaan obat penurun kolesterol seperti golongan statin perlu direkomendasikan pada anak.   Golongan statin merupakan obat pilihan yang tepat karena memiliki efikasi yang lebih baik dalam menurunkan LDL-C dibandingkan dengan obat penurun kolesterol lain. Penurunan LDL terbesar pada anak adalah dengan pemberian atorvastatin dan rosuvastatin. Efek samping kedua obat dilaporkan minimal terjadi pada anak yang mebuktikan keamanan penggunaanya. Jika dilihat dari berbagai studi penggunaan statin dalam jangka panjang, pravastatin yang digunakan selama 20 tahun juga memiliki penurunan LDL yang bermakna dan terbukti aman. Namun, masih diperlukan uji coba terkontrol acak dalam jumlah sampel besar dan pengobatan jangka panjang  untuk menetapkan efikasi dan keamanannya, begitu pula dengan efek pleiotropiknya mengingat  ternyata beberapa efek juga bermanfaat.

Penulis: Yulistiani

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://sysrevpharm.org/fulltext/196-158452538.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu