Stimulasi Musik Mozart vs Jazz, Blues, Rock Saat Kehamilan, Manakah yang Terbaik?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Nakita.grid.id

Memiliki generasi cerdas merupakan harapan bagi setiap keluarga. Mempersiapkan generasi cerdas dapat dilakukan sejak individu berada dalam kandungan. Hal ini dikarenakan waktu tersebut adalah yang paling tepat untuk mempersiapkan potensi kecerdasan.

Secara teori, kecerdasan tidak hanya bergantung pada faktor genetik, namun juga lingkungan. Di antara upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak adalah dengan pemberian nutrisi dan stimulus yang memadai saat masa kehamilan. Namun sangat disayangkan bahwa sampai saat ini masyarakat Indonesia hanya berfokus pada pemberian nutrisinya saja. Padahal, kombinasi antara nutrisi dan stimulus merupakan salah satu jalan dalam meningkatkan kualitas otak.

Stimulus yang paling mudah diterima janin adalah musik, karena merupakan kombinasi suara yang paling harmonis. Musik klasik terbukti dapat meningkatkan fungsi otak secara optimal. Dari sekian banyak musik klasik, musik Mozart adalah salah satu yang menjadi perhatian masyarakat. Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa musik-musik karya Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791) memberikan efek paling positif bagi perkembangan janin, bayi dan anak. Pemberian stimulasi musik Mozart pada masa kehamilan diketahui dapat menghasilkan parameter potensi kecerdasan yaitu adanya peningkatan jumlah sel otak.

Kini telah berjalan berbagai upaya mempersiapkan generasi yang lebih cerdas. Misalnya, rekayasa genetika, donor sperma pria jenius, maupun kecerdasan buatan. Namun upaya tersebut terkadang bertentangan dengan moral dan etik. Sehingga pada penelitian ini kami mencoba untuk melakukan penelitian tentang perbedaan jumlah sel otak pada Rattus norvegicus baru lahir terhadap paparan berbagai jenis musik barat yaitu musik Mozart, Jazz, Blues, dan Rock selama kebuntingan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis musik barat terbaik yang memberikan pengaruh paling optimal dalam peningkatan jumlah sel otak anak selama dalam kandungan.

Pada penelitian ini kami menggunakan sampel hewan coba berupa Rattus norvegicus betina (130—180 gram) sebagai pengganti wanita ibu hamil agar tidak terhalang etik dalam pelaksanannya. Subjek penelitian terbagi 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok paparan musik Mozart, Jazz, Blues, dan Rock. Setiap pelakukan dilakukan sejak hari kebuntingan ke-10 selama 1 jam dalam suasana gelap dengan intensitas musik 60 dB dan berjarak 25 cm dari kotak paparan. Pada hari kebuntingan ke-19, dilakukan pembedahan perut Rattus norvegicus betina yang sehat untuk diambil anak-anaknya. Segera setelah lahir, diambil jaringan otak anaknya dan dibuat suatu preparat. Dengan menggunakan pewarnaan khusus, preparat tersebut dilihat di bawah mikroskop terang dengan perbesaran 1000x dan dihitung jumlah sel otaknya pada masing-masig kelompok. Kemudian data dicatat dan dianalisa secara statistik manakah jumlah sel otak terbanyak. Proses penelitian ini dilakukan di kandang hewan coba Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya dan Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya.

Selain menghitung jumlah sel otak pada tiap kelompok paparan, kami juga menghitung jumlah sel otak pada masing-masing belahan otak (kanan dan kiri) di tiap kelompok paparan. Perhitungan dilakukan dengan cara melihat pada masing-masing lima lapangan pandang otak kanan dan kiri. Sehingga dapat diketahui bagian otak manakah yang diduga memiliki pengaruh lebih tinggi dalam proses berpikir dan kecerdasan.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa paparan musik Mozart memberikan jumlah sel otak paling tinggi dibandingkan musik barat lainnya yaitu Jazz, Blues, dan Rock dengan perbedaan yang bermakna. Dan hasil perhitungan pada masing-masing belahan otak menunjukkan bahwa bagian belahan otak kiri menghasilkan jumlah sel otak yang lebih tinggi dibanding kanan pada tiap kelompok, namun tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya dalam mempersiapkan potensi kecerdasan anak dapat dilakukan sejak dini melalui pemberian stimulasi, disamping pemberian nutrisi. Stimulus dari lingkungan yang paling mudah, efektif, murah, tidak bertentangan dengan moral, serta memberikan hasil yang baik dibanding dengan jenis musik barat lainnya adalah musik Mozart. Stimulasi musik Mozart sejak masa kehamilan terbukti memiliki pengaruh optimal dalam pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Alur maupun mekanisme daripada efek ini belum diketahui secara pasti. Namun peneliti menduga bahwa kejernihan, keagungan, irama, melodi dan frekuensi tinggi dari musik ini mampu menstimulasi area-area kreatif dan motivasi dari otak sehingga mampu menenangkan para pendengarnya dan melakukan proses pertumbuhan sel.

Berdasar bukti penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat Indonesia, khususnya Ibu-ibu hamil, bahwa pemberian stimulus pada masa kehamilan memiliki peran penting dalam mempersiapkan potensi kecerdasan anak. Semakin baik stimulus yang diberikan, semakin baik pula tumbuh kembang otak anak.

Penulis: Hermanto T.J., Mudjiani B., Syania M.O.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://globaljournals.org/GJMR_Volume19/1-Mozart-Compilation-during-%20Pregnancy.pdf

T.J, Hermanto, Mudjiani B., Syania M.O, 2019. Mozart Compilation during Pregnancy Gave Higher Number of Neurons of Rattus Norvegicus Offsprings’ Cerebrum Compared with Jazz, Blues, and Rock Compilations. Global Journal of Medical Research: E Gynecology and Obstetrics, [online] 19(4), pp.1-9.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu