Minyak Essensial Dari Kulit Jeruk Lemon Bisa Menyebabkan Reaksi Hipersensitivitas

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Hello Sehat

Citruslimon atau yang dikenal sebagai buah lemon, banyak diteliti dan digunakan dalam pengobatan alternatif, termasuk di Indonesia, dan telah secara luas diuji mengenai antibakteri, anti-jamur, anti-inflamasi, anti-virus,antiseptik, anti-kanker, anti-diabetes, dan mempercepat penyembuhan luka. Salah satu bagian dari buah lemon yang digunakan secara luas adalah kulit buah lemon yang dapat diproses menjadi minyak esensial.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tim Peneliti dari Departemen Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, menggunakan minyak esensial dari kulit lemon, menunjukkan bahwa minyak esensial dari kulit lemon mempunyai kemampuan untuk menghambat jamur Candida albicans. Jamur ini dikenal sebagai penyebab timbulnya infeksi jamur di rongga mulut yang disebut oral candidiasis.

Dibalik manfaat minyak esensial dari kulit lemon tersebut, didapatkan suatu penemuan bahwa minyak esensial dari kulit buah lemon, dapat menyebabkan suatu reaksi alergi pada kulit. Reaksi alergi yang timbul pada kulit tersebut merupakan reaksi alergi tipe lambat yang disebut reaksi hipersensitivitas tipe 4. Penelitian ini dilakukan oleh Tim yang sama, dengan memberikan minyak esensial dari kulit buah lemon dengan konsentrasi 0.78 % dan 1.56%pada kulit punggung hewan coba. Dalam rentang waktu pengamatan yang telah ditentukan, tidak ditemukan adanya perubahan pada kulit hewan coba seperti kemerahan maupun pembengkakan. Namun pemeriksaansecara histologi dan imunohistokimia,ditemukan adanya tanda keradangan sebagai respons dari minyak esensial kulit buah lemon, seperti peningkatan jumlah sel limfosit, makrofag, ekspresi interferon gamma dan interleukin 10.

Dalam penelitian ini, diketahui konsentrasi tertinggi komponen bioaktif dalam minyak essensial kulit buah limon adalah D-limonene (75.02%),linalool (5.63%), citral A (4.41%), citral B (3.68%), dan limonen oksida (0.94%).D-limonene yang merupakan komponen utama, memiliki peranan penting dalam timbulnya reaksi alergi. D-limonene adalah sebuah bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik dan detergen yang dijual di seluruh dunia. Dalam bentuk tidak teroksidasi, zat ini dilaporkan sebagai alergen lemah. Namun, ketika terkontaminasi dengan udara bebas, zat ini akan otomatis teroksidasi, membuatnya sangat alergenik. Namun, Ketika diamatitidak ada tanda-tanda keradangan pada penelitian ini setelah pemberian minyak esensial dari kulit buah lemon.

Oleh karena itu, harus ditekankan bahwa penggunaan minyak essensial dari kulit buah lemon harus digunakan secara berhati-hati, meskipun secara klinis tidak menunjukkan adanya tanda reaksi alergi, namun secara seluler menunjukkan adanya reaksi alegi.  Dalam berbagai kajian, menunjukkan bahwa D-limonene, citral, dan linalool lebih berdampak pada orang dengan dermatitis atau dengan riwayat alergi sehingga mereka dapat menyebabkan reaksi alergi tipe IV.

Penulis: Fatma Yasmin Mahdani, drg., M.Kes., MeircuriusDwiCondro Surboyo, drg., M.Kes.,

Informasi detail dapat dilihat pada tulisan kami di: F.Y.Mahdani, A.E,Parmadiati, D.S.Ernawati, H.Husain,S.A.P.Ekaperdana, U.Rachmaningayu, P.Hadi, H.T.Hendarti,  M.D.C.Surboyo. Citrus limon Peel Essential Oil–Induced Type IV Hypersensitivity Reaction. J Exp Pharmacol. 2020; 12: 213–220. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7394596/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu