Insektisida Alami Berbahan Dasar Daun Mangrove

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI poster inovasi mahasiswa UNAIR. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI poster inovasi mahasiswa UNAIR. (Foto: Istimewa)

Lalat yang sering hinggap di produk olahan ikan asin ketika dikeringkan di luar menyebabkan ikan terkontaminasi telur. Biasanya lalat tersebut diatasi dengan menggunakan insektisida sintetis. Namun, kandungan bahan kimia di dalamnya dapat membahayakan konsumen ikan. Dibutuhkan insektisida alami yang tidak menyebabkan residu, juga murah dan bahannya mudah didapat.

Mengatasi hal tersebut, kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M), mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) merancang inovasi insektisida alami yang terbuat dari ekstrak daun pohon Mangrove. Kelompok tersebut yang terdiri atas enam mahasiswa dari tiga fakultas itu menuangkan inovasinya dalam bentuk buku Panduan. Dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), mereka adalah Ula Zidni Alfian Ikromah, Mei Rifqi Mursyidah dan Sumber Nurhadi. Dari Fakultas Farmasi (FF), Muhammad Mu’amar Fathoni dan Fakulas Kedokteran Hewan (FKH) Ayu Andira Faulina Wardianingsih.

Buku panduan dengan judul “Insektisida Alami Daun Mangrove Teknologi Produksi Insektisida Alami Daun Mangrove Untuk Pengusir Lalat” ditujukan untuk pemuda Karang Taruna Ujung Pangkah, Gresik, Jawa Timur. Pembuatan insektisida alami terbagi menjadi tiga tahap. Yaitu, tahap persiapan, penyulingan (destilasi), dan penerapan.

Sumber, salah seorang anggota, mengungkapkan bahwa metode tersebut cukup mudah karena tinggal memasukkan mangrove ke dalam dandang yang berisi air dan sekat dandang. Kemudian, menunggu kurang lebih 50 menit untuk memperoleh minyak atsiri. Namun, diperlukan pendampingan dari ahli dalam merancang alat tersebut.

“Insya Allah bisa, asal ada pendampingan dari kami itupun kalau memungkinkan untuk pengencerannya itu yang perlu dilakukan pendampingan lebih lanjut,” terang Sumber.

Minyak atsiri mengandung senyawa aktif alkaloid, tanin, flavonoid, dan terpenoid. Kandungan senyawa itu mampu bekerja sebagai insektisida, mengganggu serangga dalam mencerna makanan, serta mampu merusak sistem saraf serangga.

Mirda Elisafitri sebagai ketua tim mengungkapkan Kecamatan Ujung Pangkah dipilih karena daerah tersebut memiliki potensi mangrove dengan luas 84,1 Hektare. Dengan begitu, potensi mangrove di Ujung pangkah bisa dieksplorasi sebagai insektisida alami.

“Pembuatan insektisida alami belum banyak dimanfaatkan. Sehingga dapat menjadi peluang usaha untuk meningkatkan penghasilan masyarakat ujung pangkah,” tutur Mirda

Setiap 1 ton daun mangrove didapatkan penghasilan maksimal mencapai 48 juta dengan menjual minyak atsiri yang sudah diencerkan dengan dosis 1,5 persen. Selain dalam bentuk buku panduan, Mirda dan timjuga mengunggah video di Youtube terkait potensi daun mangrove sebagai insektisida alami serta cara pembuatannya di link berikut https://youtu.be/C6S-4NLPfkA. (*)

Penulis: R. Dimar Herfano A

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu