Propolis sebagai Alternatif Anti Keradangan untuk Gigi Berlubang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Klildokter.com

Kondisi gigi berlubang (karies) menyebabkan keradangan dan kerusakan jaringan saraf pada gigi. Proses keradangan secara molekuler ditandai dengan pelepasan mediator pro-inflamasi, seperti: IL-1β, IL-6, TNF-α, dan NF-κB. Karies gigi disebabkan oleh kuman S. mutans yang berkoloni dan membentuk lapisan biofilm di permukaan gigi. Karies gigi pada awalnya hanya mengenai bagian enamel di permukaan gigi. Namun seiring berjalannya waktu, karies akan semakin meluas hingga bagian gigi yang lebih dalam seperti dentin dan pulpa jika tidak segera dirawat. Pada kasus karies yang terletak di gigi bagian samping berpotensi menyebar ke gigi sebelahnya jika dibiarkan terus-menerus.

Terapi terhadap karies yang cukup dalam hingga melibatkan dentin adalah pulp capping menggunakan bahan kalsium hidroksida (Ca(OH)2). Penggunaan Ca(OH)2 bertujuan untuk pembentukan dentin reparative, apeksifikasi, dan anti mikroba di saluran akar gigi. Efek samping yang dapat timbul akibat pemakaian Ca(OH)2 pada dosis tertentu dan dalam jangka waktu yang lama adalah kematian jaringan (nekrosis) di ruang pulpa gigi. Kondisi tersebut menyebabkan dentin reparative yang terbentuk tidak cukup padat karena nekrosis yang terjadi.

Propolis sudah dikenal secara luas sebagai produk dari lebah yang memiliki kemampuan anti bakteri, anti jamur, anti virus, anti tumor, dan anti oksidan. Propolis juga diketahui memiliki tingkat toksisitas yang rendah terhadap sel fibroblas sehingga dapat mengurangi tingkat kematian sel dan menstimulasi pertumbuhan sel fibroblast baru dibandingkan dengan Ca(OH)2.

Terapi pulp capping menggunakan kombinasi propolis dan Ca(OH)2yang dilakukan pada gigi hewan coba menunjukkan hasil yang lebih baik daripada pulp capping konvensional yang hanya menggunakan Ca(OH)2. Hal tersebut ditandai dengan peningkatan kadar sitokin IL-10, TLR-2., TGF-β, VEGF. Kemampuan propolis dalam meningkatkan tingkat keberhasilan pulp capping disebabkan oleh kandungan flavonoid dan CAPE (caffeic acid phenetyl ester). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, propolis merupakan bioproduk yang potensial untuk dikembangkan menjadi material pulp capping bersama dengan Ca(OH)2, sehingga akan didapatkan tingkat keberhasilan perawatan yang lebih tinggi dibandingkan teknik konvensional.

Penulis: Prof. Dr. Retno Pudji Rahayu, drg., M.Kes.

Informai lengkap dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://doi.org/10.12688/f1000research.22409.1

Rahayu et al., 2020. Combinations of Propolis and Ca(OH)2 in Dental Pulp Capping Treatment for The Stimulation of Reparative Dentin Formation in A Rat Model. F1000Research, 9:308. https://doi.org/10.12688/f1000research.22409.1

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu