Fleksibilitas Rule of Ten pada Pasien dengan Celah Bibir dan Lelangit di Daerah Pedesaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Entnet.org

Cleft lip (CL) dengan atau tanpa cleft palate (CLP) atau hanya cleft palate (CP) merupakan kelainan bawaan pada daerah wajah yang sering ditemui dan terjadi pada pertumbuhan wajah sejak embrio. Pasien dengan kelainan dengan celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit akan memiliki berbagai masalah yang berkaitan dengan estetik, nutrisi, fungsi bicara dan psikososial.

Penentuan waktu operasi yang optimal untuk operasi cleft lip dan atau palate dapat bervariasi tergantung dari keputusan tim pelaksana pembedahan, resiko pembiusan, komorbid dari kongenital anomali dan pengaruh psikologi dari keluarga penderita. Rule of ten digunakan sebagai acuan penentuan pasien layak operasi terutama untuk perbaikan pada pasien cleft lip yaitu dengan parameter nilai batas berat badan 10 lbs, hemoglobin 10 g/dL dan jumlah sel darah putih <10.000 mm3 serta  waktu yang optimal untuk operasi yaitu umur lebih dari sepuluh minggu.

Kondisi yang optimal pada tidak selalu bisa didapatkan pada semua pasien, pasien dengan kondisi malnutrisi, dan juga berat badan lahir rendah akan berakibat pasien tidak memenuhi kriteria dari rule of ten yang ditetapkan sebagai standar pra operatif. Namun tidak semua kasus dapat diperlakukan sama, sebagai contoh untuk persiapan operasi jika dua dari tiga kriteria rule of ten  terpenuhi pasien dapat dipertimbangkan untuk menjalani operasi koreksi cleft lip.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pasien dengan kriteria yang tidak memenuhi Rule of Ten bisa diabaikan dalam persiapan operasi labioplasty Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif melalui pengumpulan data pasien operasi di RS Jejaring dan di RSGM Universitas Airlangga. Variabel bebas dalam penelitian ini menggunakan kriteria rules of ten yaitu nilai untuk penentuan waktu yang optimal untuk operasi dengan berat badan lebih dari 10 lbs, hemoglobin lebih dari 10 g/dL, umur lebih dari sepuluh minggu. Untuk variabel terikat meliputi pasien dengan celah bibi dan lelangit, dan operasi celah bibir dan lelangit dengan Teknik Millard. Data yang telah dikumpulkan dikelompokkan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang memenuhi syarat inklusi kemudian dianalisis statistik untuk menguji validitas dan realibilitas, dilanjutkan analisis kualitatif untuk membuktikan hipotesis.

Pendataan data pasien bakti social cleft lip dan palate yang dikerjakan oleh tim Bedah Mulut dan Maksilofasial pada tahun 2016 hingga 2018 didapatkan total jumlah pasien sebanyak 242 pasien, dengan 23 pasien batal dan 219 pasien berhasil dilakukan operasi. Operasi tersebut telah dilakukan di RS jejaring Bedah Mulut dan Maksilofasial Universitas Airlangga, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2016 hingga 2018 didapatkan Distribusi tindakan pada pasien cleft lip dan palate dihubungkan dengan rule of dan over ten didapatkan 191 tindakan (87,61%) dari 218 tindakan operasi cleft lip dan palate sesuai dengan rule of dan over 10. Sebanyak 27 tindakan (12,38%) memiliki ketidaksesuaian pada rule of dan over ten.

Penulis: Ganendra Anugraha, Andra Rizqiawan, Indra Mulyawan and Reza Al Fessi

Informasi lengkap dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: http://www.connectjournals.com/toc.php?bookmark=CJ-033216&&%20volume=20&&%20issue_id=Supp-01%20&&%20issue_month=July&&year=2020

(The flexibility rule of ten on cleft lip and palate patients on rural area)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu