Kembali Produktif Setelah Terkonfirmasi Positif Bersama Geliat Airlangga

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Sejak bulan Maret 2020, pandemi COVID-19 menjadi cobaan besar bagi Indonesia hingga dunia. COVID-19 merupakan penyakit menular yang menyebar dengan cepat dan menyerang organ pernapasan. Tak heran, jika penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang ditakuti karena kecepatan penyebarannya. Namun, tak sedikit pula, pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang ikut terkena stigma masyarakat, meskipun telah sembuh.

Pandemi COVID-19 menjadi pandemi yang bukan hanya memberikan dampak pada status kesehatan, melainkan juga pada kondisi psikologis bagi seluruh kalangan masyarakat, termasuk santri. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi Geliat Airlangga untuk mengadakan webinar dengan tema “Diskusi Bersama Santri: Kembali Produktif dan Bahagia Melalui Kondisi Terkonfirmasi Positif COVID-19” pada hari Jum’at (16/10/20). Geliat Airlangga berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan motivasi dan resiliensi santri selama pandemi COVID-19 untuk mendukung proses pembelajaran dan proses kegiatan pondok pesantren.

Dr. Nono Hery Yoenanto, S.Psi., M.Pd., Dosen Fakultas Psikologi UNAIR, sebagai salah satu narasumber pada webinar Geliat Airlangga menjelaskan terkait topik “Membangun Karakter Resilience pada Santri di Masa Pandemi COVID-19”. Dr. Nono Hery Yoenanto mengatakan bahwa untuk meningkatkan resiliensi itu harus memiliki sikap optimis, harus bisa mengendalikan impuls, harus memiiki empati, bisa meregulasi emosi secara tepat, bisa menganalisis situasi/penyebabnya, meningkatkan aspek positif, memiliki efikasi diri, dan harus bersyukur.

Pada webinar Geliat Airlangga yang ke-14 ini, dr. Heri Munajib, Perwakilan Perhimpunan Dokter NU, mengajak dua orang yang pernah menjadi terkonfirmasi positif COVID-19 untuk sharing bersama, yaitu dr. Arif Setiawan dan Rafi’ Abiyyu Mukti.

Arif Setiawan, Dokter RSUD Dr. M. Soewandhie, sebagai salah satu dokter yang sempat terkena penyakit COVID-19 dengan gejala mengatakan bahwa pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu bisa diobati. “Saya bilang dalam diri saya, ‘Ini bisa diobati’, asal kita mau semangat. Dalam diri kita harus tahu bahwa sudah saatnya kita harus berobat, jangan diam saja di rumah. Jangan me-‘mending-mending’ (menunda-nunda) untuk berobat,” ungkapnya.

Pada webinar Geliat Airlangga ke-14, dr. Heri Munajib mengingatkan kepada masyarakat, terutama peserta webinar, “Jangan pernah lelah mengedukasi, 3M. Memakai masker yang benar, mencuci tangan, dan yang ke-3 adalah physical distancing atau menjaga jarak.”

Penulis: Aisyah Tsabita Zaki Ihsani (Relawan Geliat Airlangga)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu