Perilaku Merokok pada Remaja Pelajar Usia 12-15 Tahun

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Kesmas-id.com

Prevalensi remaja perokok usia 10-18 tahun di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Global Youth Tobacco Survey tahun 2014 melaporkan bahwa Indonesia memiliki jumlah remaja perokok terbesar di dunia. Studi awal yang dilakukan pada 113 siswa dari 3.076 siswa atau 3,6% siswa di tiga SMP di Surabaya Utara ditemukan merokok oleh guru BK. Mereka menemukan siswanya merokok di area sekolah dan kantin di sekitar sekolah, dan juga guru mengatakan bahwa mereka berasal dari keluarga perokok.

Masa remaja merupakan masa perubahan emosi, fisik, minat dan pola perilaku. Remaja mulai meninggalkan sikap dan tingkah laku yang kekanak-kanakan, dan mulai menunjukkan kemampuan berperilaku dewasa. Salah satu perilaku tersebut yaitu perilaku merokok. Perilaku merokok ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi remaja baik dari segi kesehatan, ekonomi, sosial dan psikologis.

Dilihat dari efek negatif bagi kesehatan, efek bahan kimia yang terkandung dalam rokok seperti nikotin, CO (karbon monoksida) dan tar akan merangsang kerja sistem saraf pusat dan detak jantung untuk mempercepat, menstimulasi kanker dan berbagai penyakit lain. Dampak negatif dari aspek ekonomi adalah perilaku merokok pada dasarnya membakar uang remaja yang tidak memiliki penghasilan sendiri. Dampak lain adalah dari segi sosial, asap rokok dapat membuat ketidaknyamanan bagi orang di sekitarnya. Dampak psikologis merokok dapat menyebabkan ketergantungan, yaitu individu akan merasa cemas ketika tidak bisa merokok.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kontrol perilaku dan niat berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja awal. Faktor yang paling berpengaruh adalah kontrol perilaku yang dirasakan.  Remaja percaya bahwa berada disekitar orang perokok memberi mereka motivasi untuk berperilaku merokok dan mereka percaya bahwa orang disekitar mereka akan menyetujui mereka untuk merokok. Temuan ini didukung oleh hasil data demografi responden yang menunjukkan bahwa remaja awal yang merokok mayoritas berasal dari keluarga perokok.

Hal ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku merokok remaja awal, dimana remaja awal memandang perilaku merokok sebagai perilaku normal karena orang tua menjadi panutan dan motivasi bagi minat merokok di kalangan remaja awal. Hal ini mendorong berkembangnya perilaku merokok di usia dini.

Penelitian lain juga menunjukkan hasil yang sama dimana aktivitas remaja perokok pemula berawal dari kebiasaan merokok yang telah mereka amati dan rasakan di lingkungannya, baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya. Seorang remaja akan menganggap bahwa perilaku merokok adalah sesuatu yang normal, menyenangkan, dan menguntungkan, mereka cenderung memiliki dorongan untuk mencoba karena merasa mampu, sehingga membuat niat untuk merokok semakin kuat dan membentuk perilaku merokok pada remaja.

Kondisi perilaku berlangsung lama sehingga membentuk kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Kebiasaan merokok yang umumnya hanya dilakukan oleh pria dewasa kini banyak dilakukan oleh siswa sekolah menengah pertama karena lingkungan sosial yang membuat mereka berperilaku demikian. Hal-hal yang sebetulnya tidak patut dan dianggap menyimpang ternyata merupakan perilaku yang wajar dan bisa dimaklumi. Masyarakat tidak heran lagi pada perilaku perilaku merokok remaja SMP terutama di kota-kota besar.

Perilaku merokok remaja awal juga dipengaruhi oleh niat. Theory of Planned Behavior menyatakan bahwa seseorang dapat bertindak atas niat dan hanya jika dia memiliki kendali atas perilakunya. Niat adalah istilah yang terkait dengan perilaku dan bagian penting dari rangkaian tindakan yang dapat atau tidak dapat dilakukan dan diarahkan untuk melakukan perilaku saat ini atau di masa mendatang. Niat memainkan peran berbeda dalam mengarahkan perilaku, yaitu menghubungkan antara perilaku mendalam yang diyakini dan didinginkan oleh seseorang dengan perilaku tertentu.

Penulis: Ika Yuni Widyawati

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://e-journal.unair.ac.id/JNERS/article/view/19012

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu