Berprestasi Tingkat Nasional, Tiga Mahasiswi FKH UNAIR Berikan Gagasan Kandidat Antiviral Covid-19

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suwaibatul Annisa (kiri atas) Ratna Wahyuning Prastiwi (kanan atas)dan Diva Salsabilla (bawah) usai melangsungkan presentasi secara online. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Kondisi pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat tiga mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) untuk terus berprestasi di tingkat nasional.  Suwaibatul Annisa (2017) bersama dua orang temannya Diva Salsabilla (2017) dan Ratna Wahyuning Prastiwi (2017) berhasil menorehkan prestasi  Juara 2 pada kegiatan Public Health National Competition (PHNC) 2020 yang diadakan oleh oleh Departemen Riset dan Prestasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR. 

Saat dikonfirmasi oleh tim UNAIR NEWS, Suwaibatul Annisa menjelaskan bahwa keinginan mereka untuk turut andil dalam kompetisi nasional tersebut adalah ingin menyampaikan gagasan kelompoknya. Selain itu, sambungnya, ia juga ingin menunjukkan bahwa mahasiswa FKH memiliki bidang ilmu yang cukup luas.

“Sebenarnya belajar di FKH tidak terpaut hanya tentang hewan saja, namun juga dapat bermanfaat bagi kesehatan manusia,” tandasnya.

Setelah melalui seleksi paper, tim FKH UNAIR tersebut bersama Sembilan tim lainnya yang berasal dari UI, UNDIP, UGM, ITB, UII, UB, ITS, dan UPI mempresentasikan karyanya pada Sabtu (10/10). Dalam presentasi PHNC 2020 itu, Ica panggilan akrabnya, bersama tim mengangkat gagasan dengan judul “In Silico Screening senyawa bioaktif pada tumbuhan herbal Indonesia sebagai kandidat antiviral Covid-19”.

“Gagasan ini penting bagi kami apalagi di saat genting seperti sekarang. COVID-19 belum menemukan penakluknya. Disamping itu, keanekaragaman hayati di Indonesia juga luar biasa,” kata Ica saat ditemui UNAIR NEWS pada Selasa (13/10/2020).

Selain itu, tambahnya, In silico screening dengan molecular docking ini dipilih sebagai metode utama karena dinilai efektif dalam mencocokkan protein dan ligand sebelum diuji secara in vitro atau in vivo dalam rangka menemukan obat yang dapat menyembuhkan COVID-19. Ica dan tim mencoba meneliti dengan melakukan screening secara in silico komponen bioaktif dari 6 tumbuhan herbal Indonesia, yaitu Abrus precatorius, Euphorbia tirucall, Sonchus arvensis, Calophyllum sp., Glochidion sp. dan Clerodendrum minahassae terhadap reseptor protein 3CLpro (main protease SARS-COV-2) menggunakan metode molecular docking guna mengetahui energi ikatan antara kompleks reseptor-ligan yang terbentuk.

 “Harapan kami, gagasan ini dapat ditindaklanjuti agar potensi tanaman herbal Indonesia dapat tereksplor khususnya menjadi penakluk pandemi, mengingat hingga detik ini obat COVID-19 belum ditemukan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Suryadiningrat

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu