Mutasi PreS Virus Hepatitis B Sebagai Faktor Risiko Kanker Hati

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Pura Data

Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang menyerang hati. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) dan dapat bersifat akut maupun kronis. Virus ini dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh. Bahkan, virus ini dapat bertahan di luar tubuh hingga tujuh hari. Jenis virus ini adalah yang paling berbahaya di antara virus hepatitis lainya dan merupakan penyebab kematian rangking 15 di dunia. Diperkirakan sekitar 887.000 orang meninggal setiap tahunnya dikarenakan virus ini, terutama akibat komplikasi berupa sirosis hati dan kanker hati.Di Indonesia sendiri, angka kejadian hepatitis B masih terbilang tinggi. Indonesia juga merupakan negara dengan penderita hepatitis terbanyak di Asia Tenggara.

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan hepatitis B menjadi kanker hati, termasuk yang terpenting mutasi pada daerah preS VHB. Daerah preS meliputi preS1 dan preS2 yang merupakan tempat pengikatan sel imun tubuh. Apabila daerah ini mengalami mutasi, tubuh tidak memberikan respon kekebalan sehingga virus ini bisa terus bereplikasi dan menyebabkan kanker. Daerah ini juga banyak berperan dalam proses masuknya virus ke dalam tubuh, penggandaan virus, serta perkembangan virus menjadi keganasan.

Mutasi pada beberapa titik penting di daerah preS juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan sintesis protein permukaan virus. Terdapat tiga protein yang disintesis oleh daerah ini, yaitu protein L (large), M (medium), dan S (small). Apabila terjadi mutasi, protein L akan lebih banyak diproduksi daripada protein S dan M yang kemudian menumpuk di retikulum endoplasma dan memicu kerusakan oksidatif. Radikal bebas yang dihasilkan akan memicu jalur persinyalan kanker dan menyebabkan kanker hati.

Penelitian yang dilakukan oleh Citrawati dkk berupa meta-analysis telah merangkum mutasi preS pada beberapa daerah virus dan populasi sampel sebagai faktor risiko penting bagi kanker hati. Meta-analysis sendiri merupakan jenis penelitian dengan level of evidencetertinggi yang mengkombinasikan perhitungan hasil dari beragam populasi yang berbeda sehingga kesimpulan yang diambil dapat dipakai di semua populasi. Pada penelitian tersebut, didapatkan 21 artikel ilmiah yang membahas tentang kaitan antara mutasi preS dan kanker hati, dengan penelitian terbanyak berasal dari Cina(8 penelitian). Lainnya berasal dari Taiwan, Korea Selatan, Hongkong, Indonesia, Thailand, dan 1 penelitian mengambil populasi campuran (Vietnam, Korea, Taiwan, Jepang).

Rangkuman tersebut menunjukkan semua penelitian tentang mutasi preS bertempat di Asia, karena memang Asia memiliki angka kejadian tinggi hepatitis B dibandingkan dengan benua lain, terutama pada bayi dan anak-anak.Jenis mutasi terbanyak berupa delesi preS dengan kelipatan tiga, baik pada preS1 maupun preS2. Delesi adalah hilangnya beberapa komponen genetik dan asam amino virus. Jenis mutasi lain yang juga banyak ditemukan adalah mutasi start codon preS2 atau mutasi pada daerah awal pengkode preS2. Jenis genotip VHB yang ditemukan pada penelitian ini terbanyak adalah genotip C pada Kawasan Cina dan sekitarnya serta genotip B di Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara mutasi preS dengan peningkatan risiko kanker hati secara umum. Virus dengan delesi preS memiliki risiko sebanyak 3,28 kali untuk berkembang menjadi kanker hati. Delesi preS1 juga memiliki risiko sebesar 2,42 kali, delesi preS2 memiliki risiko sebesar 3,36 kali, dan mutasi start codon preS2 memiliki risiko sebesar 2,47 kali untuk terkena kanker hati. Sebagian besar mutasi menghilangkan daerah pengikatan virus dengan sel imun, sehingga virus menjadi tidak dikenali sel tubuh dan akan terus bereplikasi menjadi keganasan.

Penelitian ini melengkapi berbagai studi yang pernah ada sebelumnya dengan merinci risiko pada setiap daerah gen preS VHB dan genotip VHB sebagai faktor risiko kanker hati. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memeriksa gen preS VHB pada pasien Hepatitis B sehingga berbagai komplikasi Hepatitis B terutama kanker hati dapat dicegah.

Penulis: Citrawati Dyah Kencono Wungu

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :Meta-analysis: Association between hepatitis B virus preS mutation and hepatocellular carcinoma risk. Journalof Viral Hepatitis. 2020 Sep 7. doi: 10.1111/jvh.13402

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu