Guru Besar Baru FKH UNAIR Ungkap Probiotik sebagai Solusi Pengganti AGP

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Widya Paramita Lokapirnasari, drh, M.P., Guru Besar bidang Ilmu Makanan Ternak saat menyampaikan orasi. (Foto: M. Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – Tidak hanya berimbas pada bidang kesehatan, pandemi COVID-19 juga berdampak pada sektor perekonomian, bahkan dunia perunggasan. Permasalahan diantaranya kelebihan suplai hasil produk ternak sebagai dampak dari menurunnya permintaan pasar. Maka dari itu, perlu diupayakan membangkitkan ekonomi peternak untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia. 

Mengenai hal itu, Prof. Dr. Widya Paramita Lokapirnasari, drh, M.P mengutarakan upaya yang dapat dilakukan untuk menghidupkan kondisi peternakan di tengah pandemi, yakni dengan menekan biaya produksi pakan dan meningkatkan kesehatan ternak sehingga menurunnya tingkat deplesi. Hal tersebut, ia utarakan dalam orasi ilimiah Pengukuhan Guru Besar Universitas Airlangga (UNAIR) pada Rabu (14/10/2020).

Mengacu UU No 18/2009 juncto No 41/2014 tentang Peternakan Kesehatan Hewan pasal 22 ayat 4c, setiap orang dilarang menggunakan pakan yang dicampur hormon tertentu dan atau antibiotik dalam imbuhan pakan. Faktanya Antibiotic growth promoters (AGP) telah lama digunakan. Perihal itu, Prof. Widya mengungkapkan penggunaan AGP dalam waktu lama dan tidak terkontrol menimbulkan dampak negatif, baik pada ternak maupun manusia yang mengkonsumsi produk ternak tersebut. 

“Penelitian tentang penggunaan probiotik sebagai salah satu alternatif pengganti AGP di Indonesia, masih sangat terbatas sehingga perlu ditingkatkan agar diperoleh hasil produksi ternak yang optimal dan dapat diaplikasikan secara luas sehingga memberikan dampak ekonomis terhadap industri peternakan,” ujar Prof. Widya.

Guru Besar FKH UNAIR ke-31 tersebut mengusulkan penggunaan probiotik dalam ransum pakan ternak unggas. Ia mengungkapkan dampak positif penggunaan probiotik pada ternak unggas, diantaranya perbaikan pada tingkat konsumsi pakan, perbaikan pada rasio konversi pakan (FCR), serta Hen day production  (HDP) (Produksi telur harian,red), serta dapat menurunkan kadar kolesterol dalam telur ayam maupun puyuh.

“Hal ini disebabkan karena probiotik dapat mengasimiliasi kolestrol yang ada di saluran pencernaan, yang menghambat hidroksi metilglutaril koenzim A,” jelasnya.

Menurut hasil penelitiannya, penggunan probiotik Lactobacillus casei WB 315 ditambah minyak ikan menunjukkan perbaikan performansi produksi, meningkatkan kualitas kandungan EPA (eicosapentaenoic acid), DHA (docosahexaenoic acid), HDL (high density lipoprotein), serta berdampak pada penurunan kandungan LDL(low density lipoproteins) dan  kolesterol pada daging ayam.

Tidak hanya itu, sambungnya, probiotik dapat melindungi ternak terhadap mikroorganisme patogen melalui stimulasi sistem respon imun, serta meningkatkan kesehatan intestinal dalam efisiensi pencernaan dan absrobsi nutrien. Salah satu bakteri penyebab kasus kolibasilosis pada unggas yang mempengaruhi kelompok umur ayam adalah Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC).

“Penggunaan probiotik Lactobacillus casei ditambah Lactobacillus acidophilus pada ayam petelur yang tidak diinfeksi maupun diinfeksi E.coli memberikan peningkatan hasil berat telur, HDP, feed efficiency, serta perbaikan feed conversion ratio dibandingkan perlakuan kontrol dan penggunaan AGP,” ungakpanya.

Pada akhir, ia menegaskan bahwa perlu upaya pengembangan lebih lanjut terkait kandidat prebiotik dari bahan alami untuk dijadikan sinbiotik sebagai upaya untuk menekan kasus penyakit unggas. “Bioteknologi di bidang nutrisi ternak dengan mengeksplorasi sumber daya alam hayati menjadi bagian penting untuk mendukung ketersediaan bahan alternatif pengganti AGP menghasilkan produk unggas yang aman untuk masyarakat luas melalui penelitian dan pengmas,” pungkasnya. (*)


Penulis: R. Dimar Herfano Akbar

Editor : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu