STRIVIA FKG UNAIR Gelar Seminar Jurnalistik untuk Mahasiswa

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Sabtu (10/10/20) majalah Strivia Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga mengadakan webinar dengan tema “Jurnalisme dan Millennial di Era Digital“. Diketahui, saat ini Strivia telah terbit hingga volume kedelapan. Pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa FKG secara konsisten diadakan setiap tahun oleh Strivia.

Webinar jurnalistik kali ini menghadirkan Vinka Luki Augusta selaku pemimpin redaksi LPM Scientiarum dan Ajeng Larasati selaku co-founder dari akun @sesakata. Selain itu, Yeka Ramadhani yang menjadi Top Ten Duta GenRe Basis Pendidikan Putri Indonesia dipercayai sebagai moderator.

Webinar dibuka oleh Alif Rakhman Effendi selaku wakil ketua BEM FKG UNAIR. Alif menyampaikan bahwa penggunaan platform digital oleh millennial di masa pandemi naik secara signifikan. Sehingga diharapkan webinar ini dapat membantu para partisipan untuk menggunakan platform digital dengan lebih bijak.

Sementara itu, Lala Aldilla, selaku pemimpin redaksi webinar Strivia, menyampaikan harapan terbaik terkait output yang akan didapatkan oleh para partisipan webinar kali ini. “Saya harap dengan diadakannya webinar pada kali ini, dapat membuka wawasan dan memperdalam ilmu kita dalam bidang jurnalistik,” ungkap Dilla.

Sesi pertama materi di isi oleh Vinka Luki Augusta. Ia membawakan materi mengenai metode untuk membangun critical thinking, memilih isu, hingga membahas perkembangan jurnalistik pada era digital.

“Era digital saat ini, jurnalistik sering disebut sebagai multimedia. Pada era digital penyampaian informasi berkembang pesat, salah satunya dari segi media penyampaian. Media penyampaian yang berkembang mulai dalam bentuk ilustrasi hingga video,” jelas Vinka.

Selain itu, Vinka juga menjelasan bahwa jurnalistik bukan hanya membawakan berita, namun juga solusi. Hal ini supaya mendorong para jurnalis agar dapat lebih berpikir kritis dalam membawakan suatu berita.

Setelah pemaparan materi pertama, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ajeng Larasati. Pada sesi ini, pembicara membawakan materi mengenai pengaruh kata-kata terhadap orang lain dan pengembangan budaya literasi melalui teknologi digital oleh para millennial.

“Kata-kata itu seperti mantra yang kita bawa sehari-hari. Kata-kata memiliki kekuatan untuk mempengaruhi sikap, perasaan dan pikiran,” tandasnya.

Menurut Ajeng, literasi bukan hanya membaca, namun juga memahami dan menginterpretasikan karya tulis. Dengan berkembangnya era digital, diharapkan budaya literasi dapat lebih dikembangkan oleh para millennial demi masa mendatang yang lebih baik. (*)

Penulis : Fadilla Annisa Ramadhani

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu