Manfaat Seramid, Mentol, dan Polidocanol untuk Mengendalikan Gatal, Fungsi Penahan Kulit, dan Keparahan Dermatitis Atopik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi mengendalikan gatal kulit. (Sumber: alodokter)

Dermatitis atopik (DA) atau eksim adalah penyakit keradangan kulit kronis yang paling sering ditemui. Penyakit ini terjadi pada 20% anak-anak dan dapat menetap hingga dewasa. Gangguan fungsi penahan kulit merupakan faktor penting pada proses terjadinya DA. Gangguan ini menyebabkan meningkatnya pelepasan cairan dari dalam kulit, yang disebut sebagai transepidermal water loss (TEWL), sehingga kulit menjadi lebih kering dan mudah meradang, sehingga memicu gatal yang merupakan gejala utama dari DA.

Gatal ini sering memengaruhi kualitas hidup penderita DA. Rasa gatal akan memicu garukan, yang justru akan semakin merusak penahan kulit dan meningkatkan reaksi keradangan sehingga kondisi kulit akan semakin berat. Siklus gatal-garuk inilah yang menjadi fokus utama dalam penanganan DA.

Menurut lima pilar pedoman penatalaksanaan DA di Asia-pasifik, memperbaiki fungsi penahan kulit, meredakan keradangan, dan mengendalikan gatal adalah sasaran utama pengobatan. Penggunaan pelembap secara rutin merupakan hal pertama dalam lima pilar tersebut. Pelembap akan menambah kelembapan dan memperbaiki fungsi penahan kulit. Seramid, yang merupakan komponen alami dari struktur penahan kulit, adalah salah satu jenis pelembap yang telah terbukti efektif.

Penambahan zat anti-gatal seperti mentol dan polidocanol pada pelembap diduga akan meningkatkan efektifitasnya dalam pengobatan DA. Kedua zat ini masih jarang diteliti manfaatnya pada DA. Mempertimbangkan hal tersebut, kami di RSUD Dr. Soetomo tergerak melakukan sebuah penelitian untuk mengevaluasi manfaat kombinasi seramid, mentol, dan polidocanol dalam memperbaiki fungsi penahan kulit, mengendalikan gatal dan keparahan penyakit dermatitis atopik.

Penelitian ini melibatkan 30 orang pasien berusia 8-18 tahun yang menderita DA ringan. Sebelum penelitian semua pasien sudah tidak menggunakan kortikosteroid oles maupun tablet, serta tidak menggunakan pelembap selama 4 minggu. Setelah menyetujui untuk mengikuti penelitian, semua pasien dilakukan wawancara dan pemeriksaan klinis. Dokter melakukan penilaian keparahan penyakit menggunakan sistem skoring Scoring Atopic Dermatitis (SCORAD) dan pengukuran fungsi penahan kulit menggunakan alat Tewameter.

Selain itu, pasien juga diminta secara subjektif menilai keparahan penyakit yang dirasakan menggunakan skala Patient Eczema Scoring Time (PEST) dan intensitas gatal dengan skala Visual Analog Scale (VAS). Kemudian pasien akan diminta untuk menggunakan krim yang mengandung seramid, ditambah gel yang mengandung mentol dan polidocanol selama 4 minggu. Evaluasi ulang dilakukan pada menit ke-5, akhir minggu pertama, akhir minggu kedua, dan akhir minggu keempat.

Dari hasil evaluasi didapatkan bahwa secara subjektif keparahan penyakit dan rasa gatal dirasakan pasien mulai membaik sejak 5 menit setelah pengolesan obat. Sementara keparahan penyakit menurut penilaian dokter menggunakan SCORAD menunjukkan perbaikan sejak akhir minggu pertama. Fungsi penahan kulit yang membaik ditunjukkan dengan nilai Tewameter yang menurun sejak akhir minggu kedua pemakaian obat. Pada akhir penelitian, didapatkan semua parameter evaluasi menunjukkan perbaikan yang bermakna dibandingkan dengan penilaian awal.

Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan krim yang mengandung seramid, mentol, dan polidocanol dapat menekan gatal dan keparahan penyakit, serta meningkatkan fungsi penahan kulit pada pasien dermatitis atopik ringan. (*)

Penulis: Rosita Sigit Prakoeswa

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:https://www.jpad.com.pk/index.php/jpad/article/view/1288

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu