Potensi Kombinasi C3 dan Rekombinan Fibroblast Manusia untuk Perawatan Penyakit Periodontal pada Penderita Diabetes Mellitus

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh CNN Indonesia

Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit sistemik yang umum di Indonesia, maupun di dunia. Data dari International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa pada tahun 2012, penderita diabetes di seluruh dunia mencapai 371 juta penduduk dalam rentang usia 20-79 tahun, dan sekitar 7.6 juta penduduk berasal dari Indonesia dengan angka prevalensi 5.14%. Angka ini merupakan angka yang cukup tinggi. Ditambah lagi dengan angka kematian yang mencapai 155.464 penduduk di Indonesia.

Penyakit diabetes menyebabkan beberapa komplikasi pada tubuh, salah satunya berkaitan dengan keadaan di rongga mulut. Penderita diabetes mengalami keradangan pada jaringan penyangga gigi yang disebut periodontitis. Data dari WHO menyatakan bahwa 75% penderita diabetes juga mengalami periodontitis. Padahal, jaringan penyangga gigi (jaringan periodontal) merupakan jaringan yang sangat penting untuk mempertahankan gigi di dalam rongga mulut. Jika terjadi keradangan pada jaringan periodontal, dapat mengakibatkan kegoyangan pada gigi. Sementara itu, masyarakat Indonesia sendiri masih acuh dengan kondisi kadar gula darah dan keradangan jaringan periodontal, yang menyebabkan meningkatnya komplikasi periodontitis pada penderita diabetes. Salah satu studi yang dilakukan oleh Hidayati tahun 2008 menyatakan bahwa dari 126 penderita diabetes, seluruhnya menderita periodontitis dengan berbagai tingkat keparahan.

Oleh karena itu, dibutuhkan suatu subtansi atau perawatan dari luar tubuh (eksternal) untuk mengatasi masalah penyakit periodontal pada penderita diabetes mellitus. Artikel ini akan mengkaji potensi chitosan-crosslinked collagen dengan rekombinan human acidic fibroblast growth factor (aFGF) sebagai akselerator pada pasien diabetes yang terkena periodontitis.

Dalam jaringan periodontal terdapat sel utama yaitu fibroblas yang tidak dapat berfungsi pada lingkungan dengan kadar gula tinggi. Selain itu, kolagen yang dihasilkan fibroblas rentan terhadap kerusakan enzim matrix metalloproteinase (MMP) yang akan meningkat secara signifikan pada penderita diabetes. Proses penyembuhan luka jaringan periodontal berbeda pada orang dengan hiperglikemia yang sedang berlangsung dan mengakibatkan peningkatan kehilangan tulang dan kehilangan perlekatan jaringan periodontal. Salah satu ciri utama komplikasi diabetes adalah perubahan integritas mikrovaskuler.

Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa faktor pertumbuhan fibroblas yang bersifat asam dan basa (aFGF dan bFGF atau FGF-1 dan FGF-2) memiliki aktivitas biologis yang cukup tinggi dalam menstimulasi proliferasi fibroblas dan sel pada endotel kapiler yang dapat membantu proses angiogenesis dalam penyembuhan luka. pelaksanaan terapi ini tidak selalu berhasil karena difusibilitas yang tinggi dan waktu paruh yang pendek. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa untuk menstabilkan pengiriman faktor pertumbuhan secara lokal di jaringan yang terluka, FGF dapat diterapkan untuk mempercepat penyembuhan. Ketika FGF ditambahkan ke hidrogel kitosan, efek biologis yang dihasilkan baik dan efek vaskularisasi meningkat secara signifikan dan berkelanjutan. Kolagen ikatan silang kitosan dengan faktor pertumbuhan fibroblast asam manusia rekombinan (aFGF) mungkin memiliki akselerator potensial pada pasien diabetes yang terkena periodontitis.

Pemberian chitosan-crosslinked collagen (CCC) yang dicampur dengan FGF asam manusia rekombinan akan bekerja efektif dalam mempercepat angiogenesis dan proliferasi sel fibroblas karena dalam CCC terdapat kolagen dan kitosan yang dapat membantu proses perkembangbiakan, sehingga terjadi perkembangbiakan fibroblas. sel meningkat. Kegiatan ini menyebabkan proses penyembuhan jaringan yang rusak tidak berlangsung lama dan kerentanan terhadap bakteri periodontal akan kembali normal karena fungsi fisiologis tubuh sudah kembali normal. Dari kajian ini, harapannya akan dilaksanakan uji klinis terhadap efektifitas kombinasi kedua material ini yang nantinya akan dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit periodontitis pada penderita diabetes Mellitus.

Penulis

Aulia Ramadhani, Aisyah Rachmadhani PG

“A Prospect of Chitosan-Crosslinked Collagen and Recombinant Human Acidic Fibroblast Growth Factor in Diabetes and Periodontal Disease Patients”

Biochem. Cell. Arch. Vol. 20, Supplement 1, pp. 2987-2991, 2020

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu