Cegah Perilaku Swamedikasi Gigi Anak Melalui Konseling Penanganan Masalah Gigi Tepat Guna untuk Para Ibu

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Potret kegiatan Cegah Perilaku Swamedikasi Gigi Anak Melalui Konseling Penanganan Masalah Gigi Tepat Guna untuk Para Ibu. (Foto: Dok. Pribadi)

Konseling merupakan salah satu cara untuk menyebarkan informasi dan menanamkan rasa percaya diri, terutama terkait penanganan gigi nyeri pada anak. Konseling juga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan ibu agar bisa merubah perilakunya menjadi lebih baik. 

Kurangnya literasi kesehatan dan pengetahuan Ibu akan obat-obatan yang diperlukan (namun juga aman dan sesuai aturan pakai) untuk Anak, menjadi penyebab tingginya pemakaian obat bebas tanpa pengawasan petugas kesehatan. Hal tersebut menjadi resiko bagi perkembangan penyakit gigi yang diderita Anak kearah yang lebih negatif, dikarenakan kesalahan pemilihan tindakan yaitu langsung memberi obat tanpa rasionalisasi kepada Anak yang mengalami keluhan gigi. 

Sebagai respon untuk menangani permasalahan tersebut, dilakukan sebuah upaya pemberdayaan perempuan, khususnya kaum Ibu di wilayah Kecamatan Keputih, Kota Surabaya pada 15-17 September lalu.  Bertempat di SDN Keputih dan SDN Medokan Semampir, Kecamatan Keputih Kota Surabaya, dilaksanakan program konseling kesehatan gigi pada Ibu dan pengasuh dengan tujuan meningkatkan pengetahuan Ibu dalam menangani masalah gigi dan mulut Anak, terutama pada tindakan pemberian obat. Mayoritas responden pada kegiatan ini adalah Ibu yang berusia tidak lebih dari 40 tahun dan memiliki anak dengan angka karies gigi yang tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan karena 63,3% Ibu tercatat pada data penelitian sebagai individu yang terbiasa memberi obat yang tidak sesuai dengan keluhan kesehatan gigi anak. Dari data tersebut, sebanyak 53% nya sering secara langsung memberikan obat antinyeri pada Anak yang mengeluh sakit gigi, tanpa pertimbangan tenaga kesehatan.

Konseling ini bernuansa tentang bagaimana obat bisa menjadi berbahaya apabila Ibu terlalu mudah memberikan obat tanpa diawasi dengan tenaga kesehatan. Sesi kegiatan konseling ini dibuat dengan unik dan inovatif dikarenakan metodenya yang tidak biasa, yakni ada sesi konseling “ilmiah” dengan topik kesehatan gigi anak dan obat-obatan-nya, dan dikombinasi dengan sesi membaca buku cerita bersama. Program ini dapat dikatakan berhasil karena orang tua mampu menambah pengetahuan tentang risiko menggunakan obat penghilang rasa sakit pada keluhan sakit gigi anak. Keterlibatan orang tua dalam menjaga kesehatan anak sangat penting, terutama menumbuhkan kebiasaan hidup sehat. Atas dasar hasil uji regresi linier pada penelitian ini, ditemukan fakta dan data bahwa pengetahuan ibu tentang pemilihan obat-obatan yang cocok untuk penyakit anak mempengaruhi peningkatan nilai kapabilitas perilaku Ibu dalam memilih dan memilah tindakan terbaik untuk menangani keluhan gigi Anaknya. Setelah mengikuti program konseling ini, didapatkan hasil bahwa terdapat kenaikan tingkat pengetahuan Ibu tentang penggunaan obat secara aman sebanyak 43%. Hal tersebut dinilai baik dikarenakan pada awalnya, level pengetahuannya hanya berkisar pada 30%.



Penulis: Gilang Rasuna SW., drg., M.Kes

Berikut adalah link terkait artikel di atas: https://www.jioh.org/article.asp?issn=0976-7428;year=2020;volume=12;issue=3;spage=221;epage=225;aulast=Wening

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu