Memahami “PELUANG” dalam Mindset Entrepreneur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI wirausaha. (Foto: unsplash.com)
ILUSTRASI wirausaha. (Foto: unsplash.com)

UNAIR NEWS – Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengadakan seminar kewirausahaan bertajuk Tantangan Berkarir di Tengah Pandemi pada Selasa (6/10/2020). Salah satu pemateri dalam diskusi secara daring via Zoom itu adalah Prof. Dr. Elly Munadziroh, drg., M.S., ketua PPKHA UNAIR. Ia menjelaskan bagaimana untuk memiliki mindset atau cara berpikif dan jiwa seperti seorang entrepreneur.

Dibuka dengan pemaparan mengenai definisi entrepreneur, Prof. Elly menyebut entrepreneur adalah orang yang menyukai perubahan dengan melakukan temuan-temuan berbeda dari orang lain yang dapat menciptakan nilai tambah dan mampu menyejahterakan individu lain. Mengutip perkataan Ir. Ciputra, entrepreneur sebagai orang yang bisa mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas.

“Orang yang melihat suatu hal sulit menjadi tantangan, itulah entrepeneur. Mereka tidak harus memiliki produk atau bisnis yang besar,” paparnya.

Prof. Dr. Elly Munadziroh, drg., M.S., saat menerangkan materi dalam seminar yang diselenggarakan oleh PPKK UNAIR pada Selasa (6/10/2020). (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR itu menyebutkan ciri-ciri jiwa yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Di antaranya, memiliki mindset atau pola pikir wirausaha yang kreatif, mampu melihat peluang, berani mengambil risiko, punya daya tahan yang tinggi, punya visi jauh ke depan, dan berusaha untuk memberikan yang terbaik.

“Awali dari langkah kecil, dari sekarang, dari diri kita sendiri dan jangan menyerah ketika gagal. Itu adalah mindest utama untuk menjadi seorang entrepreneur,” tambahnya.

Selain itu, Prof. Elly menjelaskan bahwa seorang entrepreneur harus mampu melihat “PELUANG” di sekitarnya dengan jeli. Kata “PELUANG” sendiri berarti yang saling bersinergi, yaitu huruf ‘P’ bermakna perhatikan sekeliling; ‘E’ evaluasi kekuatan diri; ‘L’ lihat perkembangan; ‘U’ ubah yang ada dengan melakukan modifikasi; ‘A’ antisipasi perubahan; ‘N’ nomor satukan pelanggan; dan ‘G’ yang memiliki arti gerakkan pasar.

“Lihatlah setiap peluang dengan baik. Kalau pergi ke mall jangan selalu berpikir mau membeli apa, tapi berpikirlah apa yang bisa kalian jual. Ide kreatif harus ada!” tekannya.

Pada akhir sesi, Prof. Elly menyebutkan beberapa bentuk dan peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk dilakukan selama musim pandemi. Beberapa di antara peluang itu adalah usaha jualan secara online, usaha pembuatan masker, jasa home schooling, bisnis makanan beku, content writer, hidroponik, serta produk kesehatan dan perawatan kulit, dll. (*)

Penulis: Nikmatus Sholikhah

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu