Kembali Menjabat, Dekan FISIP Canangkan Desa Binaan, Pusat Pengembangan Talenta, hingga Smart Education

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dr. Falih Suaedi Drs., M.Si saat menerima keris Airlangga dari Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak., CMA dan Senat Akademik Prof. Djoko Santoso, dr., PhD., Sp.PD, K-GH, FINASIM

UNAIR NEWS – Babak baru kepemimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) baru saja dimulai. Kali ini, Dr. Falih Suaedi Drs., M.Si. untuk kedua kalinya kembali terpilih sebagai pengampu jabatan tertinggi di Kampus Orange tersebut. Dalam wawancara mendalam bersama tim UNAIR News, dosen ilmu administrasi negara tersebut menceritakan perjalanannya selama lima tahun lalu maupun strategi lima tahun ke depan bersama keluarga besar FISIP UNAIR.

Dalam kepemimpinan periode sebelumnya, Dr. Falih berhasil mendorong seluruh 13 prodi di FISIP meraih akreditasi nasional maupun internasional. Selain itu, angka student inbound dan outbound mahasiswa cenderung meningkat signifikan. Tercatat di tahun 2018, kegiatan tersebut mampu menyerap seluruh anggaran yang telah dialokasikan.

Langkah lain yang telah dilaksanakan adalah membangun mitra kerja sama strategis baik di dalam maupun luar negeri yang diharapkan menimbulkan multiplier effect pada berbagai bidang kerja sama. Salah satunya dapat dilihat pada prodi ilmu administrasi negara kini telah mencapai persiapan 98 persen untuk membuka kelas double degree.

“Akan tetapi tantangan kita semakin rumit dan berat. Dan ada banyak strategi yang kita siapkan di masa depan,” ungkap Dekan yang mengenyam seluruh jenjang studinya di UNAIR tersebut.

Langkah Dr. Falih dan jajarannya lima tahun ke depan akan ditekankan pada pengabdian masyarakat, pengembangan smart education, program pengembangan talenta mahasiswa, serta implementasi merdeka belajar. Pada aspek pengabdian masyarakat, Dr. Falih memiliki proyeksi mengenai tujuh desa binaan yang ditujukan bagi tujuh departemen yang ada di FISIP.

“Saya ingin kegiatan pengmas tiap departemen difokuskan pada satu lokasi saja. Selain untuk efisiensi anggaran, pemberdayaan masyarakat kan tidak bisa dilakukan hanya sekali dua kali. Butuh kesinambungan agar pengmas kita berdampak,” paparnya.

Kedua, hadirnya pandemi membuat Dr. Falih mulai mengedepankan smart education berbasis digitalisasi. Jajarannya akan membangun pelayanan one step service, fasilitas studio bagi pembelajaran daring, serta meningkatkan kapabilitas tenaga pendidik dalam penguasaan alat dan aplikasi digital.

Ketiga, Dr. Falih kini tengah mengambil ancang-ancang untuk membangun satuan tugas bagi pusat pengembangan talenta mahasiswa. Kelak, dirinya ingin seluruh talenta mahasiswa FISIP terdata sehingga dapat digunakan sebagai modal dalam meningkatkan output pendidikan.

“Membangun kualitas dan branding tak melulu soal akademik. Kampus itu kawah candradimuka kehidupan. Saya akan memberikan ruang dan waktu seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakatnya,” imbuhnya.

Terakhir, dirinya akan memulai langkah FISIP menuju kampus merdeka belajar dengan membangun relasi yang ia sebut ABG. Singkatan tersebut mewakili kerja sama lintas sektoral dengan pihak Akademik, Bisnis, dan Government (pemerintah, Red).

Melalui berbagai strategi tersebut, Dr. Falih berharap seluruh warga FISIP kelak akan berjalan beriringan bersamanya. “Tidak ada yang namanya one man show atau superman. Yang kita butuhkan lima tahun ke depan adalah super team untuk mewujudkan FISIP, rumah kita bersama, sebagai kawah candradimuka kehidupan,” pungkasnya.

Penulis: Intang Arifia

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu