Karakteristik Membran Amnion Sapi sebagai Alternatif Membran GTR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh suaramerdekasolo.com

Penyakit periodontal merupakan penyakit rongga mulut yang menempati urutan pertama dalam catatan buku rekor dunia tahun 2001 sebagai penyakit yang paling sering dialami manusia. Berbagai macam tehnik bedah periodontal regeneratif dan rekronstruktif telah diperkenalkan untuk mencapai hasil perawatan berupa regenerasi periodontal, baik dengan menggunakan bahan graft maupun tanpa bahan graft. Guided tissue regeneration (GTR) merupakan salah satu teknik bedah periodontal rekonstruktif yang di gunakan untuk meregenerasi jaringan periodontal yang rusak dengan menggunakan membran sebagai penghalang bagi tumbuhnya jaringan lunak ke daerah defek periodontal sehingga lebih memberi kesempatan untuk terjadinya regenerasi.

Pada prosedur perawatan GTR, membran merupakan aspek yang penting. Penggunaan membran amnion dari plasenta manusia memiliki sifat mampu mempercepat epitelisasi, anti inflamasi, meningkatkan angiogenesis, anti bakteri, anti fibrotik, serta tidak memicu respon imun dapatan (innate immunity) yang berlebih. Kekurangan dari membran amnion dari plasenta manusia adalah sediaan membran yang tipis sehingga membutuhkan tehnik yang cukup sulit dalam penggunaannya serta selalu adanya resiko penyebaran infeksi. Legalitas, masalah kepercayaan, serta keterbatasan jumlah donor plasenta juga menjadi batasan penyediaan membran amnion dari plasenta manusia untuk dapat di produksi dalam jumlah yang banyak.

Membran amnion plasenta sapi sebagai alternatif dari membran amnion plasenta manusia, selain memiliki karakteristik yang sama baiknya juga memiliki beberapa keunggulan. Membran amnion dari plasenta sapi mampu menyediakan luas permukaan membran yang lebih besar dan lebih tebal serta ketersediaan bahan yang lebih banyak. Dengan metode pembuatan sterilisasi beku kering (freeze-dried) dan iradiasi sinar Gamma, membran amnion plasenta sapi lebih mudah di gunakan secara tehnik, lembut dan lentur dengan hidrasi, dapat dilakukan penjahitan, dapat di simpan dalam suhu ruangan dan sterilitasnya terjaga.

Pada penelitian Wijaksana dkk., dilakukan uji karakteristik fisik, kimiawi dan mekanis dari membran amnion manusia dan sapi. Pada karakteristik fisik di uji ketebalan dan ukuran porositas dari membran amnion. Ketebalan membran amnion sapi dua kali lebih tebal dari membran amnion manusia. Membran amnion manusia memiliki ketebalan rerata 0,12 mm sedangkan membran amnion sapi memiliki ketebalan rerata 0,26 mm. Rerata ukuran porositas membran amnion manusia (3,65±1,09μm) dan sapi (4,72±1,80μm) tidak memiliki perbedaan yang bermakna.

Karakteristik kimiawi membran amnion manusia dan sapi pada penelitian ini diamati melalui pengamatan Energy dispersive X-ray (EDX) dan pengamatan spektrum Fourier Transform Infrared (FTIR). Unsur karbon (C) dan oksigen (O) merupakan unsur yang paling banyak dalam membran amnion manusia dan sapi. Unsur karbon dan oksigen merupakan kandungan utama dari protein Amida I dan Amida III yang merupakan protein-protein penyusun kolagen.

Karakteristik mekanis dari membran amnion pada penelitian ini diamati melalui pengamatan rasio swelling dan laju degradasi membran. Membran amnion manusia dan sapi memiliki sifat hidrofilik dimana rasio swelling dan persentase kandungan air meningkat terutama pada fase awal perendaman. Laju degradasi membran amnion manusia setelah 7 hari (90,468±11,668%) dan sapi (86,030±6,934%) tidak memiliki perbedaan yang bermakna.

Dari hasil penelitian Wijaksana dkk., dapat diketahui bahwa membran amnion manusia dan sapi memiliki karakteristik yang sebanding. Membran amnion sapi dapat digunakan sebagai alternatif pengganti dari membran amnion manusia dalam prosedur GTR.

Penulis: I Komang Evan Wijaksana

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada laman berikut: http://www.connectjournals.com/toc.php?bookmark=CJ-033216&&%20volume=20&&%20issue_id=Supp-01%20&&%20issue_month=July&&year=2020

Wijaksana et al., Freeze-Dried Sapi and Human Amnion Membrane Properties. Biochem. Cell. Arch. Vol. 20, Supplement 1, pp. 2883-2889, 2020. DOI : 10.35124/bca.2020.20.S1.2883

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu