HIMAFIS UNAIR Gelar Webinar Nasional Secara Daring

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi webinar nasional Fisioterapi 2020. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Webinar Nasional Fisioterapi telah diperingati pada Minggu (27/9/2020). Tidak ingin tertinggal animo peringatan tahunan tersebut, Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga (HIMAFIS) menyelenggarakan serangkaian acara webinar yang bertajuk Pendekatan Komprehensif Pada Cerebral Palsy.

Dekan Fakultas Vokasi (FV) UNAIR Prof. Dr. H. Widi Hidayat, SE., MSi., Ak., CMA., CA selaku pembuka acara menyampaikan pentingnya mengikuti webinar nasional ini untuk menambah pengetahuan. “Dalam acara seminar yang sudah diselenggarakan dalam 10 tahun secara offline kali ini harus dilakukan secara online. Meski begitu beliau berharap seluruh panitia harus tetap menjaga semangatnya. Dan juga tidak lupa ucapan terimakasih kepada kahima dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan acara webinar nasional untuk menambah wawasan dan pengetahuan sekaligus menyambung tali silaturahmi,” katanya.

Selanjutnya pada sesi materi, Dosen Fisioterapi FV UNAIR Dr. Ratna Darjanti Haryadi, dr.,SpKFR (K) berbagi pengetahuan mengenai Diagnosa Patofisiologi dan Pemeriksaan Medis pada Kasus anak Cerebral Palsy. Berbagai mekanisme penyebab kerusakan otak yang berakibat CP (Cerebral Palsy) antara lain prematuritas, radiasi, kelainan genetic, gangguan metabolic, pendarahan, infeksi, dan trauma (pada proses kelahiran atau setelah melahirkan).

Dalam penjelasanya, CP memerlukan diagnose medik dan fungsional, patofisiologi multiple sering dijumpai pada satu individu, Pemeriksaan Medik untuk CP dan Kelainan Penyerta agar dapat ditetapkan daftar masalah, tujuan dan intervensi multidisiplin, Fisioterapi memiliki peran utama dalam penanganan gangguan motorik dan mobilitas fungsional anak CP.

Sementara itu pada materi kedua, HIMAFIS UNAIR mendatangkan Yulia Trisnawati, SST Ft selaku Dosen Fisioterapi yang bekerja di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dosen Fisioterapi lulusan UNAIR tersebut menyoroti tentang Aspek Pendekatan Fisioterapi dengan Perkembangan Motorik dan Refleks Primitif Pada CP.

Beliau memaparkan Ada atau tidaknya refleks yang muncul menjadi pertimbangan apakah bayi tersebut bisa dikatakan normal. Reflek primitif ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup pada anak seiring bertambahnya usia, dari cara berpikir dan juga aktivitas fisik. Segera mungkin periksakan apabila ada reflek yang tidak muncul terhadap anak pada usia tertentu, karena jika terlambat maka akan berakibat buruk atau mengalami gangguan yang lebih luas.

Dilanjutkan pada materi ketiga, HIMAFIS UNAIR mendatangkan Ahmad Syakib, SKM, S.Ft., M.KM selaku Founder Klinik Tumbuh Kembang Anak Keanna center, Cilandak Jakarta sekaligus Ketua PFAI (Perhimpunan Fisioterapi Anak Indonesia). Berbagi pengetahuan mengenai Deteksi Dini dan Stimulasi Dini pada Perkembangan Anak Cerebral Palsy.

Deteksi dini sangatlah penting dilakukan. Penting bagi seorang fisioterapi mengetahui apa saja yang termasuk faktor penyebab terjadinya CP. Untuk penanganannya sendiri, beliau mengajurkan bagi fisioterapis melatihnya dengan sepenuh hati dan juga bantuan dari orang tua sangat berpengaruh terhadap psikologis anak itu sendiri. Berikan Latihan yang sifatnya menyenangkan dan juga ciptakan lingkungan yang mendukung pola tumbuh kembang anak.

Seusai materi tersebut, webinar dilanjutkan dengan sesi diskusi antara pemateri dan peserta. Webinar yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta itu mendapat respon baik dari peserta maupun pemateri.

Penulis: Zulio

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu