Strategi Pengembangan “Green Village Destination” Berbasis Ecgo Bike di Badung-Bali-Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Balipost.com

Di era saat ini banyak destinasi wisata yang menarik, salah satunya wisata minat khusus yang digemari oleh wisatawan, salah satunya desa wisata berbasis Ecgo Bike di Desa Pelaga Kecamatan Petang Denpasar Bali. Di sana terdapat beberapa potensi wisata, yakni Agro Wisata, Jembatan Tukad Bangkung, Air Terjun Nungnung, Budidaya Asparagus dan Perkebunan Kopi. Sebagian besar potensi wisata yang ditawarkan ialah pariwisata hijau, namun kunjungan wisatawannya tidak mengalami peningkatan, sehingga solusi yang dilakukan adalah menerapkan transportasi yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk memotret strategi yang dilakukan pengelola destinasi wisata yang berada di Desa Pelaga sebagai Green Village Destination berbasis Ecgo Bike.

Desa Pelaga merupakan salah satu desa yang masih berada dalam kawasan utara Kabupaten Badung. Desa tersebut terletak di area perbukitan yang berundak-undak dan hanya berjarak 45 kilometer dari pusat kota Denpasar. Desa Pelaga memiliki panorama dengan bentang wilayah menghijau yang masih asri dan alami serta berupa pegunungan yang memiliki udara sangat segar. Desa Pelaga mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh desa lain, karena di dalamnya terdapat event tahunan berupa Festival Asparagus dan Festival Budaya Pertanian. Festival tersebut diadakan setiap satu tahun sekali yang bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang manfaat Asparagus di Desa Pelaga.

Salah satu desa yang menarik dikembangkan adalah Desa Pelaga di Kecamatan Petang yang memiliki alam berbukit perbukitan, persawahan berundak-undak dan letaknya sangat strategis. Desa Pelaga memiliki luas wilayah 3.545.204 Ha dan terdiri dari sembilan dusun/banjar seperti Nungnung, Kiadan, Pelaga, Bukian, Tinggan, Tihingan, Semanik, Auman dan Bukit Munduk Tiying. Desa Pelaga menawarkan agro wisata yang sangat menarik karena nilai ekologisnya sangat tinggi. Desa Pelaga memiliki beberapa jenis tanaman seperti vanili, kopi, jagung, asparagus dan lain-lain. Desa Pelaga merupakan salah satu desa dalam jaringan desa ekowisata yang mempunyai tatanan pemerintahan secara turun temurun (awig-awig) seperti adat, dinas dan subak.

Pengembangan Desa Wisata Pelaga ini dapat terwujud sesuai dengan kondisi alam yang tersedia. Harapan masyarakat sangat besar dalam keikutsertaan terhadap pelaksanaan program pengembangan Desa Wisata Pelaga. Lebih dari 50% narasumber menyatakan bahwa telah mengetahui dan mendukung adanya pembangunan Desa Wisata Pelaga. Hal ini disebabkan oleh masyarakat sadar akan keberadaan potensi ekologis yang dimiliki Desa tersebut. Program pemerintah Kabupaten Badung di Desa Pelaga akan difokuskan menjadi daerah pariwisata baru untuk menuju desa wisata yang berbasiskan potensi alam yang ada di wilayah tersebut.

Secara ekonomis, pengembangan pariwisata di Desa Pelaga juga dapat memberikan pengaruh terhadap perekonomian masyarakat antara lain: lapangan pekerjaan masyarakat dapat tersedia dengan baik, melalui keterlibatan masyarakat dalam aktivitas kepariwisataan; tingkat pendapatan di Desa Pelaga pun akan bertambah, karena luasnya lapangan pekerjaan yang memberikan penghasilan yang lebih banyak dari sebelumnya; tingkat pendidikan lebih berkembang, karena meningkatnya jumlah pendapatan masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan fasilitas untuk mengakses informasi terkait kemampuan dan pengetahuan dalam pengelolaan dan pemutakhiran pariwisata dan potensi yang ada untuk kemajuan desa Pelaga.

Selain itu, pengembangan pariwisata di Desa Pelaga memberikan pengaruh terhadap kondisi sosial budaya, yakni: tingkat kesenjangan sosial masyarakat akan berkurang, melalui optimalisasi sumber daya manusia dan alam terkait aksesbelitas dalam pemerataan fasilitas dan sarana penunjang keseahteraan masyarakat; terjadinya perubahan sosial, seperti cara berkomunikasi, berpakaian dan pola hidup masyarakat; dan perpindahan penduduk dapat dihindarkan, karena adanya perubahan fungsi lahan dan penataan ulang, sehingga kebutuhan tenaga kerja diperlukan.

Kawasan Daya Tarik Wisata Pelaga merupakan bagian Kawasan Pengembangan Pariwisata Petang yang berlokasi pada Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Kawasan Daya Tarik Pelaga memiliki potensi yang besar. Selain itu, pengembangan Desa Wisata Pelaga pada umumnya tumbuh dan berkembang dengan baik, namun mаsih belum optimаl terutаmа pаdа dampak pengembangan desa wisata terhadap sosial budaya, fasilitas dаn lingkungan.

Strategi pengembangan pariwisata diharapkan mampu menjaga dan melestarikan kehidupan ekonomi, sosial budaya masyarakat dan lingkungan di Desa.  Konsep yang teruji dan terukur dapat mengembangkan desa wisata adalah dengan konsep ”Green Village Destination”. Green village Destination adalah suatu penyelenggaraan kegiatan wisata yang bertanggungjawab pada kawasan geografis yang memiliki kesatuan masyarakat hukum di dalamnya terdapat daya tarik, fasilitas umum, fasilitas pariwisata serta aksebilitas yang saling melengkapi dan mendukung upaya pelestarian lingkungan. Hal terpenting lainnya adalah terwujudkan aktivitas yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat, misalnya melalui penerapan fasilitas Ecko-bike untuk menjalin peran aktif masyarakat dengan wisatawan, sehingga masyarakat mampu meningkatkan taraf ekonominya.

Penulis: Nuruddin

Informasi detail dapat dilihat di: https://www.sysrevpharm.org/fulltext/196-1600062359.pdf?1601173774

“Green Village Destination” Development Strategy Based on Ecgo Bike in Pelaga District Petang Badung Bali Indonesia”

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu