Prodi Spesialis Prostodonsia FKG UNAIR Adakan Pengmas di Probolinggo

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana penyuluhan tentang perawatan kesehatan gigi yang diadakan oleh Prodi Spesialis Prostodonsia FKG UNAIR. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia, yang terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Program Studi Spesialis Prostodonsia FKG UNAIR melakukan pengmas di daerah yang membutuhkan. Hal ini merupakan suatu kebutuhan dari peserta program studi spesialis untuk mengamalkan ilmu yang telah ditempuh untuk masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat ini selalu diadakan tiap tahun dan berganti daerah. Dalam kesempatan itu dosen dan PPDGS Departemen Prostodonsia melakukan penyuluhan tentang gizi dan perlunya penggantian gigi, serta melakukan  pemeriksaan, pencetakan, dan insersi gigi tiruan.

Permasalahan yang ada di daerah pengmas, yaitu sekitar Puskesmas Ketapang, Probolinggo, adalah banyaknya keluarga yang tidak mengerti kebutuhan gizi yang diperlukan dalam tumbuh kembang anak dan orang dewasa. Untuk itu, dalam pengmas tersebut diberikan penyuluhan agar kesadaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya dapat tercapai baik.

“Kita sudah merencanakan suatu proposal untuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, mulai beberapa bulan yang lalu pada awal tahun 2020 ini, tetapi wabah pandemi Covid-19 menyerang dunia dan di Indonesia mulai bulan Maret 2020,” ujar Utari Kresnoadi, salah satu dosen yang mengikuti pengmas, pada 3 Oktober 2020.

Utari menambahkan, banyak kendala dalam melakukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat selama masa pandemi ini, dimana Jawa Timur termasuk zona merah. Beberapa rumah sakit gigi dan mulut dan puskesmas yang harus ditutup atau lock down karena tenaga kesehatan terkena penularan virus Corona.

Salah satunya ialah Puskesmas Ketapang, Kecamatan Kademangan, yang dokter giginya tidak bisa berpraktek karena harus memenuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat di Puskesmas Ketapang hanya bisa dilaksanakan secara daring.

Penyuluhan dilakukan dari Surabaya oleh para residen spesialis prosto dan para kader PKK, karang taruna, dan kader kesehatan di Puskesmas Ketapang. Acara dilakukan dengan physical distancing, dibatasi setiap penyuluhan 20 orang, dengan protokol kesehatan.

Acara penyuluhan dikendalikan dari Universitas Airlangga. Kendala melakukan pergantian gigi tiruan bagi masyarakat yang membutuhkan untuk sementara tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena adanya pandemi Covid-19.

Pada sesi satu, penyuluhan diberikan oleh drg. Wiwik  Herawati tentang kesehatan gigi untuk meningkatkan Gizi. Kemudian, drg. Gigih Gemudios memberiakn penyuluhan tentang pentingnya melakukan penggantian gigi hilang pada orang dewasa guna meningkatkan kualitas hidup dengan perawatan gigi tiruan. Pada sesi dua, penyuluhan diberikan oleh drg. Jennifer Wijaya dan drg. Rudi Effendi.

Acara berakhir dengan pemberian sumbangan untuk Puskesmas Ketapang berupa APD level 3, masker KN 95, masker bedah, dan suvenir. Kemudian, peserta penyuluhan diberi suvenir berisi beras, gula, pasta gigi dan sikat gigi, buku saku tentang kesehatan gigi, dan uang transport.

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu