Memetakan Kesenjangan Geografis dalam Akses Fasilitas Air Bersih dan Sanitasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Liputan6.com

Akses terhadap air minum yang aman dan fasilitas sanitasi yang baik merupakan hak asasi setiap manusia. Akses terhadap dua hal ini sangat penting sebagai usaha mencegah penyakit dan meningkatkan kesejahteraan manusia. Riset ini bertujuan untuk mememperkirakan akses ke air minum dan fasilitas sanitasi berdasarkan analisa geospatial.

Metode Kami menggunakan model geostatistik Bayesian dengan data yang berasal dari 600 sumber di lebih dari 88 negara berpendapatan rendah dan menengah. Kami juga memperkirakan jumlah kematian akibat diare pada anak-anak di bawah lima tahun dikaitkan dengan fasilitas yang tidak aman dan perkiraan kematian yang dapat dihindari dengan meningkatkan akses ke fasilitas yang aman pada tahun 2017. Kami juga menganalisis ketidaksetaraan geografis dalam akses di negara berpendapatan rendah dan menengah.

Kami menemukan bahwa di negara berpendapatan rendah dan menengah, akses ke air pipa dan air bersih secara keseluruhan meningkat antara tahun 2000-2017, dengan kemajuan bervariasi secara spasial. Untuk air perpipaan, jenis fasilitas air yang paling aman, aksesnya meningkat dari 40%-50%, tetapi terendah di sub-Sahara Afrika, di mana akses ke air perpipaan sebagian besar hanya terkonsentrasi di pusat kota. Akses ke saluran pembuangan atau sanitasi septik dan sanitasi secara keseluruhan juga meningkat di semua negara berpendapatan rendah dan menengah selama masa 2000-2017. Untuk saluran air limbah atau sanitasi septik, aksesnya adalah 46% pada tahun 2017, dibandingkan dengan 28,7% pada tahun 2000.

Estimasi fasilitas air bersih dan sanitasi dikombinasikan dengan tren geospasial dalam beban diare dapat digunakan untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah di mana upaya untuk meningkatkan akses ke air minum yang aman dan fasilitas sanitasi paling dibutuhkan. Dengan menyoroti wilayah-wilayah yang sukses maupun yang membutuhkan perbaikan, perkiraan kami dapat membantu ketepatan program kesehatan masyarakat yang efektif untuk menuju akses universal ke air bersih dan sanitasi.

Penulis: Ninuk Hariyani, drg., M.Kes., MPH., PhD.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://doi.org/10.1016/S2214-109X(20)30278-3

Deshpande A, Miller-Petrie MK, Lindstedt PA, et.al. Mapping geographical inequalities in access to drinking water and sanitation facilities in low-income and middle-income countries, 2000–17. The Lancet global health, September 2020, Vol.8(9), pp.e1162-e1185.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu