Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi di Tangan Dokter yang Konsisten Meneliti

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi Muhammad Miftahussurur, dr. M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D., saat di tempat kerja. (Foto: Agus Irwanto)

UNAIR NEWS – Esatafet kepemimpinan di lingkungan Universitas Airlangga baru saja berlangsung. Ada beberapa yang masih melanjutkan amanah yang diemban, ada pula beberapa pemangku kebijakan yang berganti. Diantaranya Wakil Rektor IV yang kemudian berganti nama menjadi Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi.

Ialah Muhammad Miftahussurur, dr. M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D., atau yang sering disapa dokter Miftah, pejabat baru yang akan mengemban amanah menjadi Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi periode 2020-2025. Berbincang santai dengan UNAIR NEWS sepekan usai dilantik pada 4 Agustus 2020 lalu, dokter Miftah menuturkan bahwa ia merupakan putra asli UNAIR. Pasalnya, pendidikan sarjana, profesi, magister, hingga spesialis ia tuntaskan di almamater tercinta, UNAIR.  

“Saya ini asli jebolan UNAIR, mulai dari 2003 lulus FK UNAIR, 2007 lulus Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM UNAIR, dan 2011 lulus program Spesialis Penyakit Dalam UNAIR pula,” ujarnya.

Selanjutnya, saat ditanya perihal perjalanan hidup yang menginspirasi, ia menuturkan bahwa dalam banyak rencana yang dibuat, ketentuan Tuhan merupakan yang terbaik. Dalam perjalanan pendidikan misalnya, dokter Miftah mengatkan bahwa awalnya ia ingin menjadi dokter umum namun kehendak Tuhan menuntunnya untuk melanjutkan studi meski di tengah keterbatasan.

“Akhirnya dalam banyak rencana yang sudah ditata, kita tetap mengikuti ketentuan terbaik dari Gusti Allah,” tandasnya. “Bahkan hal ini terjadi selama perjalanan studi saya hingga di luar negeri,” tambahnya.

Bawa Perubahan

Perihal amanah yang kini ia emban, doktoral dari Jepang itu menegaskan akan berupaya membawa banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam urusan Internasionalisasi, tuturnya, ke depan tidak hanya berlangsung pada bidang pendidikan saja, tapi semua aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bahkan, tandasnya, dalam jangka menengah program-program internasionalisasi yang sudah dilaksanakan bisa memberikan dampak terhadap posisi UNAIR dan masyarakat.

“Untuk jangka panjang, tentu upaya-upaya ini bisa semakin mewujudkan mimpi kita menjadi UNAIR HEBAT,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk mewujudkan UNAIR menjadi Smart University, pihaknya berencana akan melakukan reformasi terhadap Direktorat Sistem Informasi dan Digitalisasi. Menurutnya, agar DSI dan Digitalisasi tidak berlaku top down, maka perlu membangun pola pikir akan rasa tanggung jawab bersama.

“Saat kita ingin mewujudkan Smart University maka DSI dan Digitalisasi menjadi peran kunci. Untuk itu semua elemen harus mampu melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Hal itu, sambungnya, juga tidak akan bernilai tanpa dukungan data yang mampu dianalisis menjadi bahan kajian. Untuk itu, optimalisasi keduanya harus benar-benar dikuatkan agar saat data selesai dikaji bisa untuk segera diimplementasikan.

Pada akhir, dokter Miftah juga menekankan peran humas, branding, dan marketing. Menurutnya, meski UNAIR sudah berbuat banyak hal, tapi tanpa peran dan sentuhan kehumasan maka hal itu juga tidak ada nilainya.

“Oleh karena itu, dengan strategi dan penguatan beragam potensi yang ada, UNAIR akan menjadi lebih baik. Dan mimpi menjadi Smart University serta UNAIR HEBAT akan terwujud,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu