Departemen Kesmas Veteriner FKH UNAIR Adakan Pengmas di Kecamatan Kandangan, Kediri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Departemen Kesmas Veteriner FKH UNAIR Adakan Pengmas di Kecamatan Kandangan, Kediri

Departemen Kesmas Veteriner FKH UNAIR Adakan Pengmas di Kecamatan Kandangan, Kediri

UNAIR NEWSPengabdian masyarakat merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh sivitas akademika UNAIR untuk membantu masyarakat dalam menghadapi suatu masalah. Dari pengmas tersebut, diberikan suatu solusi dalam menghadapi masalah yang terjadi serta pengetahuan tentang inovasi terbaru yang nantinya akan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Salah satu pengabdian masyarakat dilakukan oleh tim dari Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Tema yang diusung dalam pengabdian masyarakat tersebut yaitu “Improvement Sumber Daya Pangan asal Hewan di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur”.

Hampir seluruh warga dari Desa Medowo di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri memiliki mata pencaharian sebagai peternak sapi perah. Mereka memiliki berbagai masalah, yaitu adanya kasus mastitis dan kurangnya peningkatan hasil produksi dari susu sapi yang dihasilkan.

Untuk itu, FKH UNAIR memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan ternak sapi perah, meliputi penanganan, pencegahan penyakit mastitis, maupun pengolahan susu dengan benar.

Salah satu dosen yang mengikuti pengmas, Adiana Mutamsari Witaningrum mengatakan bahwa permasalahan yang terpenting dalam pengelolaan ternak adalah pengendalian penyakit. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa negara berkembang, mastitis merupakan masalah utama yang dapat menurunkan produksi susu.

Mastitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan internal kelenjar ambing dengan berbagai penyebab, derajat keparahan, lama penyakit serta akibat penyakit yang ditimbulkan. Untuk menanggulanginya diperlukan manajemen pemeliharaan dan penanganan ternak dengan baik,” ucap Adiana.

Selain manajemen pemeliharaan dan penanganan, lanjut Adiana, untuk meningkatkan taraf hidup dari para peternak diperlukan sebuah inovasi teknologi untuk meningkatkan nilai jual dari produk susu yang dihasilkan dengan pengolahan susu menjadi yoghurt. Yoghurt adalah pengolahan susu melalui proses fermentasi dengan menggunakan asam laktat yang bernilai gizi tinggi dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita Lactose Intolerance.

Dengan dilaksanakan pengabdian masyarakat ini diharapkan peternak sapi perah dapat meningkatkan ketrampilan dalam pemeliharaan ternaknya dan pengolahan produksi susu dengan teknologi yang sedang berkembang saat ini. Serta, memberikan pengetahuan akan pentingnya keamanan pangan pada hasil produksinya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang mengonsumsi produk yang telah dihasilkan dan dipasarkan.

Hal ini sejalan dengan peningkatan taraf hidup para peternak dengan meningkatnya kesehatan pada sapi perah yang dipelihara dan keamanan pangan yang dihasilkan semakin meningkat serta adanya peningkatan inovasi dalam pemasarannya,” terang Adiana.

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara pengabdian masyarakat ini sangat besar meskipun pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat hadir dengan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak. Hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi para peternak yang ada di sana. Sehingga, masyarakat hadir mulai dari acara dimulai hingga akhir acara dengan memperhatikan secara seksama penyuluhan mengenai keamanan pangan dan penanganan mastitis serta demonstrasi pembuatan yoghurt.

Masyarakat juga menanggapi pemberian materi dan demonstrasi dengan penyampaian beberapa pertanyaan guna pendalaman pemahaman baru yang didapatkan. Para peternak yang mengikuti acara pengabdian masyarakat ini memberikan umpan balik yang positif terhadap pemberian materi dan demonstrasi dengan peningkatan hasil evaluasi yang dilaksanakan pada awal dan akhir acara.

Dari pengmas tersebut, masyarakat mendapatkan pengetahuan baru untuk usaha yang telah dijalani dan nantinya akan di aplikasikan pada usahanya. (*) Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu