Prodi D3 Paramedik Veteriner UNAIR Adakan Pelatihan untuk Tingkatkan Wawasan Terkait Inseminasi Buatan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana webinar pelatihan Inseminasi Buatan yang diselenggarakan oleh Prodi D3 Paramedik Veteriner UNAIR. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Inseminasi buatan (IB) atau artificial insemination merupakan suatu teknik pembuahan sel sperma secara sengaja dimasukkan ke dalam rahim atau serviks dengan tujuan untuk memperoleh kehamilan melalui inseminasi. Teknik pembuahan seperti ini sangat lazim digunakan dalam pemuliaan hewan seperti sapi perah dan babi.

Mengingat hal tersebut, maka prodi D3 Paramedik Veteriner UNAIR kembali mengadakan suatu webinar pelatihan yang bernama Artificial Insemination Trainingdengan tajuk “Excited for a Bright Future” pada Sabtu pagi (26/9/2020). Webinar yang diselenggarakan via Zoom ini mengundang Dr. Trilas Sardjito, drh., M.Si dan Siti Eliana Rochmi, drh., M.Si sebagai narasumber.

Tercatat ada 80 peserta dari empat angkatan prodi D3 Paramedik Veteriner UNAIR yang hadir dalam webinar pelatihan. Dalam acara tersebut, dokter hewan perempuan yang akrab disapa dengan Eli itu menuturkan bahwa alur-alur dari IB ini harus dipahami betul oleh mahasiswa paramedik veteriner.

“Hal ini sangat krusial untuk karir saudara sebagai paramedik veteriner. Pemahaman dari teknik dan alur IB adalah kunci dari anda untuk mendapatkan sertifikasi,” ujarnya.

Lebih akrab disapa dengan Trilas, ia mengisi materinya dengan memaparkan ketepatan waktu dan posisi yang benar untuk melaksanakan IB kepada seekor sapi perah agar terciptanya keturunan yang unggul. Ia menambahkan bahwa walaupun terkait pelatihan untuk melaksanakan IB tentunya lebih afdol dipraktikkan langsung, namun ia mengharapkan bahwa pemaparan melalui daring tidak mengurangi manfaatnya bagi seluruh mahasiswa D3 Paramedik Veteriner yang hadir.

“Selain faktor lingkungan dan posisi, keberhasilan IB juga harusnya melihat kondisi birahi dari sapi perah itu sendiri. Jadi waktu untuk melaksanakan IB kepada sapi perah ini tidak bisa sembarangan, saudara-saudara,” terang Dr. Trilas.

Penulis: Pradnya Wicaksana

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu