Bersama Mahasiswa, Dosen Battra Bagikan Jamu di 28 Wilayah di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dosen dan mahasiswa membagikan jamu ke masyarakat. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Program Studi (Prodi) Pengobat Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga kembali mengadakan kegiatan pengabdian. Kali ini, dosen bersama sejumlah mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa (Hima) Battra membagikan 500 paket jamu di 28 wilayah di Indonesia. Kegiatan itu dilakukan secara serentak dalam rangkaian acara pengabdian masyarakat pada pada Sabtu dan Minggu (19-20/9/2020) kemarin.

Ario Imandiri, dr., Sp.Ak selaku ketua panitia mengatakan bahwa selain membagikan jamu, panitia juga menyalurkan sejumlah sembako kepada warga. “Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini berupa pelayanan kesehatan tradisional sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Total sembako dan jamu yang kami bagikan dalam acara ini mencapai 100 paket sembako dan 500 sediaan jamu”, ujar Dosen Prodi Battra itu.

Dia menyampaikan, rangkaian kegiatan pengabdian kali ini memang sedikit berbeda dari biasanya. Ario melanjutkan, pelaksanaan pengmas dibagi dalam dua hari.

Pada hari pertama dilakukan penyuluhan langsung kepada 25 warga di Balai Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Pada kesempatan yang sama, panitia juga membagikan jamu dan sembako ke rumah warga. “Kami mendatangi rumah warga untuk memberikan edukasi kesehatan dan membagikan jamu serta paket sembako,” ungkap dia.

Selanjutnya, pada hari kedua, rangkaian acara pengmas dilanjutkan dengan pelaksanaan webinar bagi masyarakat. Peserta diberi pemahaman menganai Covid-19 serta cara pencegahannya melalui akupresur mandiri dan jamu. “Kami menyampaikan materi mengenai cara pembuatan wedang uwuh dan akupresur mandiri untuk meningkatkan imunitas dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, seluruh kegiatan yang dilakukan tetap menerapkan protokol kesehatan. Warga diminta untuk memakai masker dan mencuci tangan pada saat memasuki wilayah balai desa. Selain itu, penataan tempat duduk juga diatur dengan menerapkan jaga jarak dan jumlah warga hadir dibatasi hanya 25 orang.

Sebagai informasi, kegiatan yang telah direncanakan sejak awal tahun 2020 itu sempat terkendala oleh Pandemi Covid-19. Ario mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mengalami perubahan dari rencana awal.

Awalnya, lanjut dia, kegiatan tersebut dirancang berupa edukasi kesehatan, pelatihan pembuatan jamu, dan pelayanan pemeriksaan Kesehatan. Namun, kata Ario, pelatihan dan pemeriksaan kesehatan diganti menjadi webinar.

Meski begitu, masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara pengmas yang diadakan. Asna selaku Perangkat Desa Segoro Tambak menyampaikan rasa bahagianya atas kehadiran Tim Pengmas Battra Fakultas Vokasi UNAIR di desa mereka. Warga juga berharap, kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara teratur di daerah mereka. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu