Bangun Makerspace, Tim Dosen D3 Perpustakaan UNAIR Ajak Warga Olah Kelor Jadi Cookies

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SUASANA kegiatan pengmas yang dilakukan oleh sejumlah Dosen Prodi D3 Perpustakaan Fakutlas Vokasi (FV) Universitas Airlangga di Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (23/9/2020). (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – Desa Bogo yang terletak di Kecamatan Kapas Kabutapen Bojonegoro memiliki potensi Daun Kelor yang melimpah. Namun, masyarakat desa belum mengolah Kelor secara maksimal. 

Mengetahui hal tersebut, sejumlah dosen Program Studi D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi (FV) UNAIR mengajak warga mengolah Daun Kelor jadi cookies. Kegiatan itu dikemas melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Makerspace Desa untuk Mengembangkan Potensi Desa” yang diselenggarakan pada Rabu (23/9/2020) di Balai Desa Bogo. 

Ketua Panitia Dyah Puspitasari Srirahayu, S.Kom., M.Hum. mengungkapkan, inovasi olahan Daun Kelor itu menjadi produk tambahan yang bernilai ekonomi. “Tanaman Kelor dan Ale di Desa Bogo sangat melimpah. Sayangnya belum dikembangkan dengan baik, padahal ini dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari ibu-ibu Kelompok Warga Tani (KWT); Ibu-ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK); perangkat desa; dan warga melakukan praktik mengolah tamanan Kelor menjadi beragam makanan dan obat tradisional. Di antaranya, Daun Kelor diolah menjadi cookies dikombinasikan dengan olahan cokelat.

“Inovasi olahan Daun Kelor ini dapat menambah variasi produk olahan kelor yang dijual. Selama ini produk Kelor yang dijual belum banyak macamnya,” pungkasnya. 

Sebelumnya, peserta telah diberikan materi tentang khasiat tanaman Kelor. Materi tersebut disampaikan oleh Dosen D4 Pengobat Tradisional UNAIR Maya Septriana, S.Si., Apt.,M.Si.

Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan mengenai pemasaran digital. Materi itu dipaparkan oleh Dosen D3 Manajemen Pemasaran UNAIR Rizka Miladiah Ervianty, S.E., M.SM. “Ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemasaran digital produk Kelor. Sebab, pemasaran yang dilakukan selama ini masih kurang sehingga keuntungan yang didapatkan belum maksimal,” kata Dyah. 

Meski diselenggarakan secara tatap muka, pelaksanaan kegiatan itu tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Agenda pengmas itu mendapatkan respon positif dan dukungan penuh dari Kepala Desa Bogo.

Dyah berharap, pemerintah desa dapat segera menyediakan makerspace agar ekonomi masyarakat meningkat. “Semoga makerspace dapat dikembangan untuk menggali potensi desa. Tidak hanya di satu desa, melainkan seluruh desa yang ada di Indonesia dapat mengembangkan makerspace,” tutupnya. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu