Short Exchange Bisa Dipilih Mahasiswa untuk Rasakan Belajar di Luar Negeri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI: unsplash.com
ILUSTRASI: unsplash.com

UNAIR NEWS – Mengikuti student exchange menjadi impian bagi kalangan mahasiswa. Kesempatan untuk menimba ilmu, merasakan suasana tinggal di luar negeri, bahkan bisa bertemu dengan tokoh-tokoh besar dunia menjadi sejumlah motivasi bagi mereka.

Eva Inaiyah Agustin, S.ST., MT. selaku Dosen D3 Otomasi Sistem Instrumentasi (OSI) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (FV UNAIR) membeberkan betapa pentingnya mengikuti student exchange bagi mahasiswa. Tepatnya ia sampaiakan dalam webinar pada Sabtu (26/9/2020) melalui aplikasi Zoom Meeting.

Menurut Eva, sangat banyak manfaat yang bisa didapat mahasiswa dari student exchange. “Saat student exchange, kita bisa menjadikan sarana untuk melatih percaya diri. Kita bisa berlatih bagaimana cara bergaul dengan teman lintas budaya, suku, bangsa, dan bahasa. Kita juga bisa belajar untuk mengelola diri, apa yang harus kita selesaikan terlebih dahulu,” katanya.

Ada berbagai persyaratan yang menjadi penentu mahasiswa untuk bisa mengikuti student exchange. Di antaranya, memiliki nilai akademik dan prestasi yang baik, mempersiapkan motivation letter jika diminta, memiliki kemampuan bahasa asing yang cukup, memiliki kemampuan finansial yang mendukung, dan memiliki kondisi kesehatan yang prima. Termasuk harus mengikuti tahapan seleksi serta wawancara.

Namun, lanjut Eva, mahasiswa tidak perlu khawatir perihal biaya yang harus dikeluarkan. Saat ini banyak beasiswa yang bisa dipilih mahasiswa untuk membantunya mengikuti student exchange. Beasiswa yang ditawarkan ada dua jenis, yaitu beasiswa penuh dan sebagian.

“Beasiswa itu ada yang penuh, jadi mulai dari biaya kuliah, makan, bahkan asuransi kesehatan sudah ditanggung. Tapi, ada juga yang sebagian jadi tidak dibiayai sepenuhnya. Ini yang harus mahasiswa perhatikan saat mendaftar beasiswa student exchange,” katanya.

SITUASI webinar student exchange yang diadakan oleh Program Studi D3 OSI pada Sabtu (26/9/2020).

Eva menyarankan kepada mahasiswa untuk mencoba program student exchange yang konsepnya short course. “Short course ini program yang durasinya beberapa minggu jadi seperti kuliah,” katanya. Keuntungan mengikuti program short course adalah waktu yang relatif singkat, namun tetap dianggap sebagai alumni di universitas tujuan sehingga selain mendapat ilmu baru, koneksi yang luas juga didapat.

Mahasiswa melihat informasi terbaru perihal student exchange melalui website Airlangga Global Engagement (AGE). “Selain informasi melalui AGE yang diteruskan ke fakultas. Bisa juga informasi didapat dari dosen yang punya koneksi dari universitas tujuan. Tapi jika kalian punya koneksi pribadi itu juga bisa,” pungkas Eva. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu