Laser dan Asam Hialuronat untuk Pengobatan Recurrent Aphthous Ulcer

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh UBI

Dalam satu dekade terakhir ini, dunia kesehatan mengalami perubahan atau peningkatan yang cukup pesat. Termasuk dalam bidang kedokteran gigi. Teknologi dikombinasikan untuk menunjang keberhasilan perawatan, salah satu adalah penggunaan laser pada untuk terapi sariawan berulang atau recurrent aphthous ulcer (RAU). Selama ini konsumsi obat dan pengobatan topikal untuk sariawan berulang kurang efisien dan tidak menyembuhkan penyakit sepenuhnya karena tidak dapat mencegah kekambuhan. Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan teknologi baru yang mampu menyembuhkan sariawan berulang secara tuntas. Laser erbium,chromium:yattrium-scandium-gallium-garnet (Er,Cr:YSGG) adalah salah satu teknologi yang mampu menyembuhkan sariawan berulang tanpa adanya tanda kekambuhan. 

Dalam kedokteran gigi, laser Er,Cr:YSGG sering digunakan dalam perawatan bedah, endodontik, dan periodontik. Laser Er,Cr: YSGG memiliki efek termal yang rendah, sehingga memberikan proses penyembuhan yang lebih baik pada dibandingkan jenis laser yang lain, karena efek samping yang minimal berupa kerusakan jaringan di sekitarnya. Penggunaan laser Er,Cr:YSGG pada luka dapat merangsang fibroblast, kolagen, dan pembentukan matriks ekstraseluler, sehingga mempercepat penyembuhan jaringan target. Selain itu, laser ini juga memberikan efek analgesik yang akan mengurangi nyeri pada pasien. 

Kombinasi laser Er,Cr:YSGG dan asam hialuronat merupakan sebuah ide untuk terapi RAU tanpa menimbulkan kekambuhan. Laser Er,Cr:YSGG merupakan laser infra merah yang memiliki panjang gelombang 2780mm yang dapat diserap oleh komponen kolagen, air dan hidroksiapatit. Dibandingkan dengan laser lain, laser Er,Cr:YSGG memiliki keunggulan menyebabkan perubahan jaringan yang minimal karena kerusakan termal yang lebih sedikit, karena panas mengalir melalui penguapan. Selain itu, laser Er,Cr:YSGG memiliki pengaruh terhadap TRPVl pada neuron sensorik, sehingga dapat memberikan efek analgesia. Selain itu  Er,Cr:YSGG juga menimbulkan efek bakterisidal yang tinggi sehingga dapat menurunkan jumlah bakteri sehingga mengurangi kebutuhan antibiotik. Sedangkan asam hialuronat adalah polimer linier dari N-asetilglukosamin disakarida dan asam glukuronat. Asam hialuronat sendiri, memiliki fungsi untuk penyembuhan jaringan dan mengotrol keradangan. Kontrol terhadap keradangan merupakan faktor utama untuk menunjang kesembuhan RAU, karena dapat mempercepat proses re-epitelisasi. Kombinasi antara laser dan HA dapat menjadi dasar untuk pengembahang terapi di masa mendatang pada RAU, karena langsung pada target area dengan kerusakan jaringan minimal, memberikan efek analgesik, sekaligus menstimulasi pembentukan fibroblast.

Penulis: Meircurius Dwi Condro Surboyo, drg., M.Kes

Informasi detail dapat dilihat pada tulisan kami di:

Ayu Anggraini Broto Nagoro, Pamela Handy Cecilia, Kelvin Alfan Nola Anggrarista, Diah Savitri Ernawati and Meircurius Dwi Condro Surboyo (2020). The efficiency of ER, CR: YSGG laser and hyaluronic acid gel for recurrent aphthous ulcer treatment. Biochemical and Cellular Archives; 20(Supp 1): 3061-3065

http://www.connectjournals.com/toc2.php?abstract=3186600H_3161A.pdf&&bookmark=CJ-033216&&issue_id=Supp-01%20&&yaer=2020

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu