Perilaku Berbagi Pengetahuan Antara Kepemimpinan Diri dan Perilaku Inovatif

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Ekrut.com

Salah satu produk yang tergolong ramah lingkungan adalah produk yang terbuat dari bahan alami yang berasal dari alam, salah satunya jam tangan. Produk ini bisa dikatakan sebagai suatu inovasi eco watch. Istilah eco watch sendiri merupakan produk jam ramah lingkungan, hal ini dikarenakan Matoa dalam memproduksi produknya dengan menggunakan bahan bekas industri kayu pilihan (limbah industri kayu). Alasan limbah kayu eboni dikarenakan tidak cepat rusak terutama tidak mudah berlubang atau tropos. Selain itu, jenis kayu ini termasuk kayu berwarna hitam, kuat dan kelihatan memiliki daya tarik tersendiri yaitu eksotis jadi lebih berkesan premium dan elegan jika dilihat. Alasan lain berbahan dasar limbah kayu, yaitu untuk menghemat atau secara tidak langsung biaya yang digunakan untuk memproses atau memproduksi menjadi lebih murah di bandingkan menggunakan bahan lain seperti plastik, aluminium, besi.

Innovative behavior merupakan kemampuan dari individu dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan dengan menggunakan cara kerja memadukan prosedur, praktek dan teknik kerja Menurut Logahan et al., (2014) menyebutkan bahwa innovative behavior merupakan semua dari perilaku individu yang tertuju pada keadaan, menyampaikan, dan pengaplikasian sesuatu baru yang akan mendatangkan keuntungan di organisasi. Bisa di katakan sesuatu yang baru ini berupa ide yang kreatif atau teknologi pada pengembangan produk baru dan adanya perkembangan administrasi dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan hubungan kerja.

Knowledge sharing behavior merupakan suatu kegiatan atau proses yang mana pengetahuan tacit dan ekplisit disampaikan atau di bagi ke individu yang lainnya. Knowledge sharing merupakan hal yang sangat penting karena bisa menjadi daya saing bagi perusahaan, dalam hal ini inovasi di peroleh dari adanya berbagi pengetahuan antara satu orang dengan orang lainnya di dalam suatu organisasi. Menurut Rodin (2015) menyebutkan bahwa dengan knowledge sharing, maka bisa memberikan pengaruh yang signifikan pada kompetensi individu pada organisasi.

Disisi lain, selain sebagai stimulus dari innovation behavior ternyata self efficacy dan self leadership sebagai antecendents dari knowledge sharing.Knowledge management untuk dapat survive dan sustainabiliy selain adanya peran leadership juga adanya organizatioanal culture. Organizational culture memiliki definisi yang tidak mudah dijelaskan, tetapi hal ini dipahami sebagai value, kepercayaan dan anggapan yang memadukan dan mengkoordinasikan perilaku. Organizational culture memiliki tiga tingkatan yaitu artefak, nilai dan asumsi dasar.  Disamping itu memiliki berbagai peran a) sebagai pembatas organisasi antara organisasi satu dengan yang lainnya; b) Sebagai pemberi identitas pada para anggota; c). Perekat komitmen untuk menyatukan para anggotanya agar anggota bisa berkomitmen mencapai tujuan organisasi; d). Peningkat stabilitas sosial untuk meningkatkan keterikatan antar anggota yang ada.

Populasi pada penelitian ada  90 karyawan PT. Matoa Indonesia, masing-masing variabel memiliki beberapa indikator. Variabel dari innovative behavior memiliki tujuh indikator, knowledge sharing memiliki enam indikator, knowledge sharing self-efficacy terdiri dari enam indikator, self leadership terdiri dari sembilan indikator. Semua item dalam setiap indikator di ukur menggunakan  skala likert (1=sangat tidak setuju, 5= sangat setuju). Data analisis dalam penelitian ini menggunakan structural equation modeling (SEM) partial least square (PLS)  dengan smart PLS (3.0)

Hasil analisis data menunjukkan bahwa semua indikator pada variabel penelitian knowledge sharing self efficacy, self leadership, knowledge sharig dan innovative behavior memiliki pengukuran yang konsisten dan valid. Bisa di katakan nilai dari koefisien loading outer memiliki range dari 0.567 to 0.916, nilai koefisien Cronbach alpha 0.839-0.915 dan nilai observed dari reliability menunjukkan 0.876-0.935. Berdasarkan hasil nilai bahwa indikator dan variabel penelitian menunjukkan valid dan reliable.

Kesimpulannya, bahwa knowledge sharing self-efficacy dan self-leadership merupakan antecedents dari knowledge sharing behavior, karena kedua variabel tersebut memiliki pengaruh. Knowledge sharing dan self leadership memiliki pengaruh langsung terhadap innovative behavior yang berarti bahwa karyawan pada produck klasik ini menerapkan budaya berbagi baik informasi maupun dalam kegiatan yang positif, begitu juga dengan self-leadership seseorang yang di wujudkan dalam bentuk aktivitas, sehingga dengan adanya knowledge sharing dan self-leadership yang diwujudkan dalam bentuk aktivitas, maka secara langsung akan meningkatkan innovative behavior.

Lain hal nya dengan knowledge sharing self-efficacy yang secara langsung tidak dapat mempengaruhi innovative behavior, bisa dikatakan bahwa karyawan pada produk klasik ini tidak percaya diri pada kemampuan yang dimiliki, bisa dikatakan juga bahwa seseorang yang memiliki self-efficacy rendah, maka seseorang tidak mampu memiliki kemampuan, begitu sebaliknya jika seseorang yang memiliki self-efficacy tinggi, maka seseorang yakin bahwa kemampuan yang dimiliki akan memiliki pengaruh yang besar terhadap innovative behavior.

Penulis: Ririn Tri Ratnasari
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: http://jssidoi.org/jssi/uploads/papers/37/Mustika_Knowledge_sharing_behavior_between_selfleadership_and_innovative_behavior.pdf

(Knowledge sharing behavior between self leadership and innovative behavior)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu