AUBMO Dorong Mahasiswa Bidikmisi Berwirausaha di Tengah Pandemi Lewat Bisnis Kreatif

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Poster webinar "Berani Memulai Usaha di Tengah Pandemi". (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Pandemi COVID-19 melumpuhkan berbagai sektor kehidupan manusia, salah satu yang paling terkena dampaknya adalah sektor ekonomi. Pemuda khususnya mahasiswa harus mampu menjadi pelita dan harapan bagi bangsa Indonesia di tengah kondisi krisis seperti saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kewirausahaan Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga (AUBMO) berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Bisnis Kreatif. Uut Permata Sari selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menginspirasi dan memotivasi mahasiswa Bidikmisi agar berani memulai usaha di tengah pandemi.

“Bisnis Kreatif sendiri dikemas dalam bentuk diskusi santai dengan mendatangkan pembicara untuk berbagi pengalaman selama berwirausaha,” tuturnya.

Aulia Citra Cahyani berkesempatan menjadi pembicara pada Bisnis Kreatif perdana yang diadakan secara daring. Citra, sapaan akrabnya, merupakan co-founder Sakera Spicy sekaligus Founder Madura Foodie, salah satu Digital Marketer untuk UMKM. Mahasiswa D3 Manajemen Pemasaran UNAIR itu bercerita bahwa dia memiliki hobi berbisnis sejak berada di bangku SMP.

“Saat itu sedang booming-boombingnya online shop. Hingga suatu saat, saya bercita-cita untuk mengelola bisnis yang memiliki wujud nyata dan membuka beberapa outlet,” ungkapnya.

Cita-cita tersebut mulai terealisasikan saat Citra menempuh mata kuliah Kewirausahaan di UNAIR. Mata kuliah tersebut mengharuskan mahasiswanya untuk membuat wirausaha. Citra bersama teman dekatnya Abdurrahman Aziz berhasil menciptakan produk Sakera Spicy (Sakecy).

Singkat cerita terhitung dua bulan setelah membuka outlet kedua di Surabaya, pandemi Covid-19 mulai merebak di tanah air. Hal tersebut membuat Citra harus berinovasi mencari ide baru bagaimana caranya agar bisa  terus survive di tengah pandemi.

“Dengan berat hati, saya tutup sementara dua outlet tersebut. Saya juga terpaksa mem-PHK karyawan saya,” tuturnya.

Selama pandemi, Citra memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di Pamekasan. Saat itulah, muncul ide baru untuk membawa produk Sakecy ke Pamekasan dan memulai usaha baru di sana. Kebetulan di Pamekasan belum terlalu terdampak oleh pandemi pada saat itu.

“Antusias orang-orang di luar dugaan saya. Tapi itu hanya pada saat permulaan. Pada masa pandemi saat ini, kalau kita tidak mau gulung tikar, harus segera berinovasi,” tegasnya.

Citra dan Aziz kemudian berinovasi dengan membuat produk frozen food yang bisa dipasarkan melalui Shopee dan Gojek tanpa harus pergi ke outlet. Mereka bahkan mempromosikan free delivery agar penjualan bisa stabil. Mereka juga sering menggunakan jasa selebgram secara berkala.

“Saya yakin, jika kita terus berusaha dan bekerja keras untuk menciptakan produk yang layak dan memiliki value, kita pasti bisa,” tutupnya.

Penulis: Sandi Prabowo

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu