Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Islami Karyawan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi kinerja karyawan. (Sumber: medcom.ID)

Pelaksanaan kinerja dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi, dan minat. Karyawan diklasifikasikan sebagai produktif, jika mereka memiliki kinerja tingkat tinggi, sedangkan mereka yang levelnya di bawah standar diklasifikasikan sebagai tidak produktif. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kinerja seorang pegawai adalah komitmen. Keadaan di mana seorang individu mendukung organisasi dan tujuannya, serta kesediaan individu untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi, disebut sebagai komitmen (ROBBINS, 2016).

Komitmen dalam organisasi diartikan sebagai konstruksi psikologis dari karakteristik hubungan antar anggota organisasi dan organisasi itu sendiri. Hal ini, juga berimplikasi pada keputusan individu untuk melanjutkan keanggotaan mereka dalam suatu organisasi. Komitmen memiliki peran yang signifikan terutama dalam kinerja karyawan karena merupakan acuan dalam pencapaian visi dan misi perusahaan. Komitmen membuat karyawan lebih bertanggungjawab atas tugasnya. Oleh karena itu, komitmen organisasi menjadi landasan bagi seluruh karyawan. Semakin kuat komitmen karyawan, maka semakin tinggi pula tingkat kinerjanya.

Islam menganjurkan agar setiap muslim memiliki penampilan Islami seperti kualitas, kebaikan, kebenaran, dan keteraturan di bawah aturan syariah Islam. Sebuah kinerja yang diperoleh seorang karyawan dalam bekerja dengan menganut agama, aturan, dan prinsip ekonomi Islam disebut sebagai kinerja keagamaan (WIBISONO, 2002).

Komitmen adalah keyakinan yang mengikat begitu kuatnya, membelenggu semua hati nurani, dan menggerakkan perilaku seseorang ke arah tertentu (i’tiqad). Komitmen kerja islami adalah kemauan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dalam aturan Islam. Oleh karena itu, memiliki komitmen kerja islami dalam diri kita akan menjadikan kita sebagai karyawan muslim, percaya bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan adalah bentuk ibadah.

Pengaruh Komitmen Organisasi

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif,  penelitian melalui tiga tahap komponen, yaitu membuat hipotesis, mengukur data, dan menarik kesimpulan (MUSLICH, 2010). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada karyawan PT Terafulk Megantara Design, Surabaya sebagai responden. Variabel independen adalah karyawan komitmen organisasi kepada PT Terafulk Megantara Design Surabaya (X). Variabel mengacu pada variabel keluaran seperti yang dinilai untuk ditemukan mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen dan dependen.

Di dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah keislaman karyawan kinerja di PT Terafulk Megantara Design, Surabaya (Y). Berdasarkan fakta lapangan terkait dengan pengaruh organisasi komitmen, hal itu dikemukakan oleh deskripsi jawaban responden sebagai indikator komitmen organisasi yang meliputi afektif, berkelanjutan, dan pendekatan normatif. Pendekatan afektif dan normatif memiliki nilai rata-rata tertinggi sekitar ≥ 3,00. Artinya karyawan merasa senang bekerja di PT Terafulk Megantara Design dan akan terus lanjut bekerja lebih keras dan selalu berkontribusi untuk mencapai kesuksesan perusahaan.

Sedangkan komitmen dinilai melalui komponen yang berkelanjutan nilai rata-rata terendah di antara komponen lainnya. Artinya karyawan memiliki pilihan untuk bekerja di perusahaan lain sehingga mereka tidak mau mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup jika harus keluar dari PT Desain Terafulk Megantara.

Hasil jawaban responden terkait dengan keislaman karyawan sebagai indikator kinerja dinilai berdasarkan konsistensi waktu, pencapaian target sesuai dengan ketentuan Islam, berkualitas baik menurut syariah, dan standar perusahaan, kemampuan perusahaan dalam membayar zakat, infaq, dan sedekah, serta kreativitas karyawan. Semua indikator itu mempunyai nilai rata-rata sekitar ≥ 3,00 dan diklasifikasikan sebagai nilai yang sangat tinggi. Artinya karyawan perusahaan selalu berusaha menyelesaikan pekerjaannya berdasarkan ketentuan Islam yang dijalankan, di bawah tujuan, mencapai target yang diharapkan, dilaksanakan sebaik mungkin, dan di bawah standar yang ditetapkan perusahaan.

Dalam menilai hasil kerja karyawannya, PT Terafulk Megantara Desain, Surabaya mengukur desain, gambar (produksi), dan waktu penyelesaian. Standar desain mewajibkan karyawan untuk tidak melanggar aturan masyarakat (pihak ketiga) yang menyetujui desain yang diatur dan dinilai. Gambar kerja (produksi) disesuaikan dengan kondisi, berupa ukuran material, jenis, corak, dan lain sebagainya. Waktu penyelesaian pekerjaan oleh setiap karyawan diamati melalui pekerjaan harian dan laporan program yang diterapkan di perusahaan. Karyawan harus melaporkan hasil kerja mereka setiap hari. Program laporan pekerjaan harian telah dibuat oleh perencanaan proyek dan tim kontrol untuk mendistribusikan dan mengontrol pekerjaan setiap karyawan (SUKMANA, 2010).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja islami karyawan, korelasi antara karyawan, komitmen organisasi terhadap kinerja Islami mereka di perusahaan adalah level yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan komitmen Islam tertanam dalam karakter karyawan untuk mewujudkan islami kinerja dalam perusahaan. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan bahwa koefisien variabel komitmen organisasi bertanda positif dengan nilai 0.415. Artinya terjadi perubahan searah antara kedua variabel. Jika komitmen organisasi meningkat satu persen, maka kinerja karyawan secara Islami akan meningkat sebesar 0,415, dan sebaliknya.

Berdasarkan uji F dan uji t diperoleh hasil statistik F 8,059, dan hasil statistik t mencapai 2,917 dengan taraf signifikansi 0,005 untuk keduanya. Hal ini, menunjukkan bahwa keduanya memiliki nilai yang signifikan kurang dari 0,05 dan membuktikan bahwa komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja syariah karyawan secara simultan dan sebagian di PT Terafulk Megantara Design. Oleh karena itu, penelitian hipotesis diterima.

Penulis: Ari Prasetyo

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://produccioncientificaluz.org/index.php/opcion/article/view/32023/33260

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu