Generasi Milenial Punya Peran Besar Hadapi Hoax

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Webinar bertema “Hoax di Antara Kita” yang diadakan oleh Magister Media dan Komunikasi Universitas Airlangga pada Rabu (02/09/20) melalui Zoom. (Foto: Asthesia Dhea)

UNAIR NEWS – Tidak dapat dimungkiri lagi, di era milenial saat ini perkembangan teknologi terutama media sosial sangat pesat. Banyak informasi yang dengan mudah disebarluaskan di berbagai platform yang ada. Hanya saja, semakin pesatnya perkembangan media social diimbangi dengan maraknya informasi bohong atau hoax.

Menyikapi permasalahan yang ada, Magister Media dan Komunikasi Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan webinar dengan tema “Hoax di Antara Kita” pada Rabu (02/09/20). Acara yang diikuti dari berbagai kalangan tersebut dilaksanakan melalui media media online Zoom.

Dalam kesempatan tersebut, Faiz Miftahul Huda, S.I.Kom., selaku salah satu narasumber menuturkan bahwa keadaan informasi dan komunikasi Indonesia saat ini sedang tumpang tindih dengan informasi yang benar dan salah saling bertumpukkan. Bagi Head Fasilitator (Young Interfaith Peacemaker Community) YIPC Jawa Timur tersebut dalam mencari informasi yang benar harus memiliki usaha yang besar.

“Informasi semakin bias ketika kita ingin mencari sebuah kebenaran. Bagaikan kita mencari jarum dalam sekam. Jadi kita itu harus usaha dulu gitu, yang harus kita lakukan untuk benar-benar menyatakan bahwa informasi ini benar, tidak semudah dulu,” tutur mahasiswa magister Media dan Komunikasi UNAIR tersebut.

Menurut Faiz sapaan akrabnya, terdapat tiga saringan informasi yang bisa dilakukan para pemuda atau mahasiswa dalam menyikapi hoax. Pertama, memastikan apakah informasi yang didapat adalah benar. Jika tidak yakin benar, jangan disebar. Kedua, memastikan informasi benar tersebut apakah baik. Jika belum tentu baik, jangan disebar.

“Yang ketiga, jika baik apakah bermanfaa. Jika tidak bermanfaat jangan disebar,” tambahnya.

Selain itu, setelah mendapatkan informasi harus cek dan ricek terlebih dahulu. Cek dan ricek yang dilakukan berkaitan dengan sumber informasi yang harus terpercaya dan bertanggung jawab. Dan pengecekan tanggal informasi tersebut dibuat.

“Poin paling penting seobjektif mungkin agar tidak terlarut. Cek kredibilitas penulis, narasumber, dan referensi datanya. Yang dilakukan dari kita sendiri, bagaimana kita menyikapi sebuah informasi, agar informasi hoax tidak mudah tersebar dan meracuni banyak orang,” pungkasnya. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu