AADC 2, Beri Tips Tetap Produktif Saat Pandemi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh B-PHA PSDKU UNAIR Banyuwangi

UNAIR NEWS – Menjaga agar tetap produktif di era pandemi bukanlah perkara mudah atau sulit, tergantung kepribadian masing-masing. Pasalnya, saat pandemi, hampir setiap kegiatan diharapkan dilakukan secara online, minim sosialisasi secara langsung. Rasa bosan, kurangnya fasilitas, ruang gerak dibatasi bisa saja menjadi penyebab seseorang terhambat produktivitasnya, seperti yang dikatakan sebagian peserta AADC 2.

Menurut Fitri Rohmatul, penanggung jawab kegiatan saat dihubungi tim UNAIR NEWS menjelaskan bahwa Ada Apa Dengan Corona 2 atau dikenal dengan AADC 2 merupakan sarana untuk berbagi informasi terkait COVID 19 yang diprakarsai oleh B-PHA UNAIR 2020. Setelah sebelumnya bahas tuntas COVID 19 di AADC 1, kini hadir kembali guna memberi tips tetap produktif saat pandemi.

Alih-alih menyampaikan materi layaknya narasumber pada umumnya, Hario Megatsari, S.KM., M.Kes., narasumber diskusi online AADC 2  lebih memilih melontarkan pertanyaan agar dapat berdiskusi bersama peserta. Berikut beberapa hal yang dapat dirangkum oleh UNAIR NEWS pada Jum’at, (04/09/2020) lewat diskusinya di platform zoom.

Apa itu Produktivitas?

Menurut Hario, Ketua Departemen (Kadept) Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) tersebut, produktivitas adalah memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk sesuatu yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar maupun masyarakat yang lebih luas. “Ini adalah poin penting untuk kita mengetahui apa itu produktivitas,” tegasnya ulang.

Hal – Hal Penghambat Produktivitas Saat Pandemi

Terkait hal-hal yang menghambat produktivitas saat pandemi, dosen yang akrab dipanggil Hario tersebut merangkum beberapa jawaban dari peserta. Berdasarkan rangkumannya, beberapa hal yang menghambat adalah tidak memanfaatkan waktu dengan baik, malas gerak, susah berkembang dan keterbatasan fasilitas.

“Sebenarnya, kita ingin produktif dengan cara memaksimalkan sumber daya yang ada agar lebih bermanfaat. Namun, hal itu di block oleh hal-hal tersebut,” jelasnya.

“Perlu dipahami, ketika pandemi berlangsung, kita dan global mengalami pukulan besar. Mungkin saja beberapa hal tersebut merupakan gambaran tentang apa yang kita alami selama ini,” tambahnya.

Solusi atau Tips Jaga Produktivitas

Dalam diskusinya, beliau mencoba mengidentifikasi solusi, yang mungkin jika sesuai dengan peserta maka dapat digunakan. Tetapi, bisa jadi solusi tersebut belum sempurna.

“Yang pertama mind set, penting, berangkat dari pola pikir. Jika hanya meratapi, yang dihasilkan lemas, tidak bergairah, tidak bersemangat yang menyebabkan sesuatu yang kita anggap penghambat itu muncul. Misal menganggap karena pandemi, fasilitas untuk berkembang tidak ada jadi tidak semangat. Karenanya perlu merubah mind set menjadi kita dapat berbuat sesuatu, jangan menyerah pada situasi,” terangnya dengan gamblang.

Yang kedua adalah niat yang kuat. Karena setelah mind set berubah maka niat yang kuat akan menjadi operator dalam menjalankan kegiatan yang produktif.

Terakhir, manajemen sumber daya diri, meliputi waktu, finansial, relasi, sosial media, ilmu dan tenaga. Menurutnya, jika memanfaatkan dengan maksimal keenam hal tersebut maka sebenarnya kita bisa jauh lebih produktif. Serta sebagai penutup, solusi terpenting menurut beliau adalah doa.

“Ketiga hal itu usaha yang sifatnya duniawi. Sebaiknya kita juga bisa mengombinasikan dengan aspek spiritual agar usahanya tercapai, sehingga harapannya bisa menjadi lebih produktif,” tutupnya. (*)

Penulis : Rista Novianti

Editor  : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu