Menilik Penyakit Jantung Koroner pada Populasi Militer (Perwira vs Tamtama vs Warga Sipil)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Tribunnews.com

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyebab utama dari kematian akibat penyakit tidak menular dan disabilitas di seluruh dunia. PJK berkontribusi hingga 37% dari seluruh penyebab kematian yang ada di Indonesia. Rasio peningkatan prevalensi penyakit ini di negara berkembang hampir dua kali lipat dibandingkan di negara maju.

Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko penyebab penyakit jantung koroner, berada di urutan ketiga dari 10 penyakit penyebab kunjungan di instalasi rawat jalan RS Dr Ramelan. Skor Gensini adalah suatu metode objektif untuk menilai derajat PJK berdasarkan temuan di pemeriksaan angiografi koroner. Beberapa studi terakhir memperlihatkan peningkatan kejadian serangan jantung pada populasi personel tentara yang secara umum sehat, aktif kegiatan fisik, rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.

Penelitian ini dilakukan pada 171 pasien yang menjalani angiografi koroner elektif di RSAL Dr Ramelan antara bulan Januari hingga Juni 2019 dibagi menjadi 5 kelompok berdasarkan tingkatan. Populasi berusia antara 25-80 tahun (rerata usia 53 tahun) dengan kriteria inklusi dan ekslusi di tetapkan melalui beberapa kriteria tertentu, klinis dan karakteristik demografi dari pasien di analisis dengan menggunakan bagan retrospektif. Angiografi koroner pasien di evaluasi oleh kardiologis secara blind terhadap gambaran klinis pasien.

Studi ini memperlihatkan perbedaan yang signifikan pada populasi sampel penelitian bukan hanya pada skor Gensini, juga pada usia, tinggi badan, berat badan dan gula darah acak. Ditemukan nilai rata-rata skor Gensini dari warga sipil lebih tinggi dibandingkan dengan tentara berpangkat tamtama, tentara berpangkat perwira pertama, dan perwira berpangkat perwira menengah. Personil tentara yang berpangkat bintara secara signifikan memiliki skor Gensini yang lebih tinggi dibanding tentara berpangkat tamtama, tentara berpangkat perwira pertama dan tentara berpangkat perwira menengah.

Ditemukan juga bahwa nilai rata-rata skor Gensini pada personil gabungan tentara berpangkat perwira pertama dan menengah lebih rendah dibandingkan baik personil gabungan tentara berpangkat tamtama dan bintara serta warga sipil.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa mayoritas personil tentara memiliki skor Gensini yang lebih rendah dibandingkan warga sipil secara keseluruhan, namun tidak pada personil yang berpangkat rendah. Hal ini menunjukan bahwa warga sipil dan personil tentara berpangkat tamtama-bintara sama-sama memiliki resiko tinggi untuk menderita PJK yang lebih berat. Hal ini mungkin berhubungan dengan stres yang dialami oleh tentara berpangkat tamtama-bintara lebih tinggi dibandingkan pada tentara berpangkat perwira pertama dan menengah, baik itu oleh karena kesadaran pola hidup yang lebih sehat dari segi gizi dan olahraga, pola merokok, dan permasalahan finansial.

Penulis : I Gde Rurus Suryawan

http://medicopublication.com/index.php/ijphrd/article/view/2386

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu