Ekstrak Teh Hijau pada Pencegahan Penuaan Kulit

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Tampil Cantik

Proses penuaan akan terjadi pada semua manusia. Proses penuaan yang terjadi akan didapatkan pada seluruh organ manusia. Kulit sebagai organ terluar yang pertama kali tampak pada saat seorang individu berinteraksi dengan orang lain, juga mengalami proses penuaan. Proses penuaan pada kulit dapat diakibatkan oleh faktor dari dalam dan faktor dari luar. Faktor dari dalam yang mempengaruhi terjadinya proses penuaan kulit diantaranya adalah usia, faktor keturunan. Semakin tua usia seseorang, maka proses penuaan kulit akan semakin tampak. Sedangkan faktor dari luar yang mempengaruhi timbulnya proses penuaan kulit diantaranya faktor gaya hidup, makanan yang tidak sehat, kondisistres, kondisi kesehatan secara umum yang kurang baik, polusi lingkungan, serta yang paling berperan adalah akibat pengaruh paparan sinar ultraviolet dari sinar matahari. Kulit sebagai organ terluar terutama area wajah yang tidak terlindungi oleh pakaian, merupakan area tubuh yang paling rentan mengalami penuaan karena dapat terpapar sinar ultraviolet dari matahari secara langsung.

Saat ini, masalah penuaan kulit menjadi masalah yang besar di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan kulit dan juga penampilan diri. Selain ingin mendapatkan kulit yang sehat dan tetap cantik, tidak menutup kenyataan bahwa kulit wajah yang sehat dan tetap muda akan memberikan rasa percaya diri yang besar pada individu saat bertemu dengan orang lain dan bersosialisasi. Penuaan kulit dapat timbul berupa kulit yang tampak kusam, tidak bercahaya, serta dapat disertai kerutan, garis-garis halus, atau adanya bintik kemerahan atau kehitaman (flek). Selain itu, pada kulit yang mengalami penuaan akan mengalami penurunan kelembaban kulit, sehingga kulit tampak kering dan menipis. 

Penuaan kulit yang disebabkan oleh faktor dari luar, terutama akibat paparan ultraviolet (yang disebut sebagai photoaging), merupakan penuaan kulit yang dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor penyebabnya. Berbagai modalitas terapi telah dilakukan untuk mencegah terjadinya penuaan kulit, baik dengan pemberian krim, pemberian suplemen, ataupun dengan penggunaan modalitas terapi lain. Pencegahan penuaan kulit ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin, sehingga gambaran klinis penuaan kulit ini tidak muncul pada usia muda. Salah satu usaha pencegahan penuaan kulit ini adalah dengan melindungi kulit dari sinar matahari yang berlebihan, seperti dengan menggunakan baju yang tertutup atau dengan menggunakan tabir surya pada saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, beberapa ekstrak tanaman juga digunakan sebagai bahan utama pada agen pencegahan penuaan kulit, salah satunya ekstrak teh hijau.

Teh hijau telah banyak digunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari selama beratus-ratus tahun. Tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman di kala senggang, tetapi juga digunakan sebagai suplemen kesehatan. Salah satunya adalah sebagai usaha pencegahan pada penuaan kulit. Beberapa penelitian in vivo dan in vitro menunjukkan peran esktrak teh hijau dalam bentuk minuman sebagai modalitas terapi pada pencegahan penuaan kulit. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan efektifitas ekstrak teh hijau (epigallocatechin-3-gallate atau EGCG) melalui studi in silico pada reseptor inhibitory-kappa B kinase (IKK) yang lebih besar dibandingkan dengan obat standar. Selain itu, prediksi farmakokinetik dan toksisitas ekstrak teh hijau (epigallocatechin-3-gallate atau EGCG) melalui studi in silico menunjukkan bahwa EGCG, yang merupakan komponen teh hijau terbesar, mempunyai profil farmakokinetik yang baik, dan tidak menunjukkan efek toksik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau mempunyai potensi yang besar sebagai terapi pada pencegahan penuaan kulit.

Penulis: dr. Damayanti

Penulisan lengkap artikel ini dapat dilihat di: https://www.researchgate.net/publication/343218797_Molecular_Docking_Pharmacokinetics_and_Toxicity_Prediction_of_Epigallocatechin-3-Gallate_EGCG_on_IKK_Receptor_in_Photoaging_Prevention

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu