Bangun Personal Branding itu Penting, tapi Jangan Berlebihan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi personal brandin. (Foto: https://talkactive.id)
Ilustrasi personal brandin. (Foto: https://talkactive.id)

UNAIR NEWS – Alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi penanda dimulainya webinar #NgobrolSantuyBareng_by.U. Event tersebut diselenggarakan Himpunan Mahasiswa (Hima) D3 Administrasi Perkantoran Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) pada Rabu-Kamis (19-20/8/2020) melalui Zoom Meeting.

Diketahui, sebanyak 120 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah mengikuti acara itu. Dalam acara yang mengusung tagline #NgobrolSantuy tersebut, hadir Evita Purnamasari selaku Creative Brand Evangelist dari provider digital by.U.

Dr. Rahmat Yuliawan, SE., MM, selaku pembina HIMA D3 AP dalam sambutannya menyampaikan acara tersebut diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Mengingat, dalam era digital saat ini, sangat dibutuhkan skill-skill mumpuni untuk membangun koneksi dan kompetensi.

“Semoga kegiatan ini menjadi dasar untuk kegiatan kolaborasi ke depannya,” ungkapnya.

Webinar #NgobrolSantuy bertujuan melatih kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja, bisnis, dan sosial. Pada 19 Agustus, acara mengusung tema personal branding, sedangkan 20 Agustus mengusung tema creative thinking.

Sementara itu, Evita Purnamasari menjelaskan bahwa personal branding sangat dibutuhkan semua orang. Sebab, itu dapat melatih kepercayaan diri dan membangun citra diri dalam ingatan orang lain.

“Sebenarnya apa yang kita tunjukkan pada dunia akan memberikan dampak pada diri kita sendiri,” terangnya.

SESI Webinar bersama Provider Digital by.U (Foto: Zoom Meeting)

Sebagai individu, lanjut Evita, manusia harus membangun citra diri yang khas. Tujuannya, ketika seseorang mengingatmu, mereka juga teringat bagaimana karakter, sifat, dan gambaran dirimu.

Saat membangun personal branding harus menyingkirkan rasa malu. Setiap manusia harus berpikir dan mau menunjukkan siapa dirinya pada dunia, tapi dengan batasan yang wajar.

Personal branding berimbas pada dunia kerja, kemasyarakatan, hingga eksistensi untuk menarik perhatian,” ujar Evita.

Membangun personal branding dapat dimulai dengan mengenali diri sendiri, menentukan goals/citra seperti apa, dan merancang strategi komunikasi. Namun, tidak perlu berlebihan, harus simple, dan elegan.

Selain itu dengan menunjukkan cara berpikir, penampilan, dan empati pada sesama. Kendati demikian, harus dilakukan sesuai dengan porsinya masing-masing dan sewajarnya.

“Media sosial juga berpengaruh besar, karena saat ini digunakan oleh semua orang. Bagaimana kita berperilaku di media sosial itu akan menjadi penilaian orang lain,” imbuhnya.

Lantas, dengan adanya kemudahan yang saat ini dapat diakses dan digunakan, harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Berhati-hatilah dalam memakai media sosial, lakukan hal positif dan refleksikan siapa diri kalian.

“Jangan pernah membohongi diri sendiri, jadilah diri sendiri. Konteks yang berbeda juga dengan cara yang berbeda. Konsistensi dalam membangun personal branding sangat diperlukan,” tandasnya.

“Mulai sekarang mari kita perbaiki citra diri kita. Mulai lakukan evaluasi, dan rencanakan hal positif untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkas Evita. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti
Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu