Ekstrak Herbal Meniran Efektif Tingkatkan Imunitas Ayam Petelur di Kala Pandemi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Liputan6.com

Wabah virus corona atau Covid-19 yang menjangkiti berbagai daerah di Indonesia tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat namun juga berdampak terhadap melemahnya sendi-sendi ekonomi di sektor riil tak terkecuali di sektor perunggasan. Pandemi Covid-19 juga berimbas pada para peternak ayam petelur. Kenaikan harga pakan dan konsentrat akibat pandemi namun diiringi turunnya harga telur di pasaran membuat para peternak gusar. Pandemi ini membuat peternak petelur ayam harus menanggung biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan hasil penjualannya.

Disamping permasalahan ekonomi yang dihadapi para peternak, ayam petelur sendiri merupakan ternak yang rentan terserang penyakit disebakan oleh bakteri dan virus. Salah satunya adalah bakteri E.coli yang menyebabkan Colibacillosis. Sampai saat ini kejadian Colibacillosis belum dapat ditangani dengan tepat sehingga mengakibatkan penurunan produksi petelur, kematian dan tentu kerugian besar bagi peternak. Walaupun sudah banyak peternak yang bisa dibilang well educated, namun masih saja peternak kerap kali merasakan kerugian berulang akibat Colibacillosis. Penyakit ini seringkali disebut sebagai “pembunuh” berulang bagi para peternak. Kondisi pandemi ini jelas sekali memberikan tantangan yang lebih besar bagi para peternak ayam petelur tak hanya harus berjuang bertahan dengan biaya operasional yang tinggi namun juga ancaman penyakit infeksi yang dapat menyerang sewaktu-waktu.

Sistem kekebalan tubuh yang bermanfaat bagi pencegahan suatu penyakit karena adanya infeksi seperti kasus Colibacillosis dapat diperoleh secara alami namun sistem kekebalan alamiah saja belum mencukupi. Sistem kekebalan tubuh buatan dapat diberikan dengan pemberian senyawa yang bersifat imuniomodulator yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Penggunaan ekstrak herbal meniran (Phyllantus niruri L) sebagai imunomodulator bisa menjadi alternatif solusi untuk mendobrak imunitas ayam petelur di kala pandemi. Ekstrak meniran adalah obat yang dapat memulihkan dan memperbaiki sistem kekebalan di mana fungsinya terganggu atau untuk menekan fungsi yang berlebihan. Beberapa zat utama yang terkandung dalam ekstrak meniran adalah lignan, tanin, polifenol, alkaloid, flavonoid, terpenoid dan steroid. Kandungan flavonoid berfungsi sebagai imunomodulator yang dapat meningkatkan fungsi kekebalan. Respon imun spesifik ekstrak meniran dapat meningkatkan proliferasi sel limfosit T, sekresi TNFα, IFNγ, IL-4, dan mengurangi sekresi IL-2 dan IL-10. Sementara respon humoral ekstrak meniran dapat meningkatkan produksi imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG). Secara kimiawi ekstrak meniran memiliki kandungan turunan lignin, alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid. Lignan berfungsi sebagai antioksidan.

Pada penelitian Sabdoningrum et al., (2020) efek ekstrak meniran sebagai imunomodulator dapat dilihat dari perhitungan leukosit, limfosit, eosinofil, heterofil, dan jumlah monosit. Hasil penelitian pengobatan ekstrak meniran dengan dosis 30% menunjukkan jumlah leukosit yang lebih rendah menandakan proses peradangan karena infeksi bakteri telah berhenti. Ini adalah karena kemampuan ekstrak meniran dalam membunuh bakteri yang disebabkan oleh kandungan zat aktif antibakteri dalam ekstrak meniran termasuk tanin, saponin, dan alkaloid. Kemudian eosinofil  pada perlakuan ekstrak meniran dengan dosis 10%, 20%, dan 30%  mengalami penurunan yang signifikan, karena kandungan saponin dapat meningkatkan permeabilitas, menyebabkan denaturasi protein membran sehingga sel membran akan rusak dan lisis.

Ketiga dosis ekstrak meniran juga dapat menurunkan jumlah heterofil karena kandungan taninnya dapat merusak sel bakteri. Senyawa tanin bersifat toksik terhadap membran sel bakteri dengan menghambat enzim tertentu. Sementara efek antioksidan diukur dari Malondialdehyde (MDA) yang digunakan sebagai indikator untuk peningkatan lipid peroksida yang dibentuk oleh radikal bebas dan enzim dan Superoxide dismutase (SOD) adalah sebuah enzim endogen yang berperan penting dalam menangkap radikal bebas.

Ekstrak meniran berpengaruh signifikan terhadap hasil Superoxide dismutase. MDA kadarnya semakin menurun pada dosis yang lebih tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan ekstrak meniran dapat mempengaruhi kadar MDA pada ayam petelur yang terinfeksi E.coli. MDA merupakan salah satu senyawa toksik dari hasil pemecahan rantai karbon asam lemak dalam proses peroksidasi lipid. Meniran dapat meningkatkan sistem imun dan memiliki aktivitas antioksidan pada ayam petelur yang diinfeksi E.coli.

Penulis :

Emy Koestanti Sabdoningrum

Informasi lebih lengkap mengenai artikel tersebut bisa akses link berikut ini:

www.rjptonline.org

https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85087727326&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&sid=da84cf5a0630f95663d16a4342ac2c5f&sot=autdocs&sdt=autdocs&sl=18&s=AU-ID%2857202781244%29&relpos=1&citeCnt=0&searchTerm=

Sabdoningrum, E.K., Hidanah, S., Ansori, A.N.M, Fadholy, A. 2020. Immunomodulatory and Antioxidant Activities of Phyllantus niruri Extract against the Laying Hens Infected by Eschericia coli. Research Journal Pharmacy and Technology. 13(5) : 2246-2250.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu