Pengaruh Faktor Impedansi dan Peningkatan Pelaksanaan Discharge Planning di Rumah Sakit

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh sumatera.bisnis.com

Perencanaan kepulangan merupakan proses yang dinamis dan sistematis mulai dari pasien masuk hingga diperbolehkan keluar dari rumah sakit terkait dengan evaluasi kegiatan, persiapan, dan koordinasi pemberian observasi kesehatan, dan persiapan bakti sosial. Proses ini akan memberikan kesempatan bagi tim perawatan kesehatan profesional untuk mempersiapkan pasien agar lebih mandiri terhadap perawatan kesehatan mereka di rumah. Perencanaan pembuangan harus difokuskan pada masalah pasien dan mencakup; aspek promotif, preventif, rehabilitatif dan keperawatan. Perawatan kesehatan di rumah sakit akan memiliki nilai yang berarti jika dilanjutkan di rumah, terutama dengan: berfokus pada kebutuhan kesehatan pasien, mengidentifikasi kemungkinan masalah kesehatan di rumah, mengintegrasikan dan berkolaborasi antar tim kesehatan profesional menyesuaikan program implementasi dengan sumber daya lingkungan, menerapkan perencanaan pulang di setiap sistem/tingkat perawatan kesehatan.

Saat ini, implementasi discharge planning pada pasien belum optimal dimana perawat hanya melakukan sebatas implementasi kegiatan rutin berupa informasi re-control. Implementasi rencana pulang oleh NICU pada pasien prematur di rumah sakit adalah akibat dari: 1) perbedaan harapan dan kurangnya komunikasi antara perawat NICU dan perawat kesehatan masyarakat, 2) tanggung jawab dan interaksi antara dua kelompok perawat tidak didefinisikan dengan jelas, 3) kompetensi perawat kesehatan masyarakat tidak diakui oleh perawat dan pasien NICU. Berdasarkan fakta tersebut, penulis ingin mempelajari analisis pengaruh faktor impedansi dan peningkatan dalam pelaksanaan perencanaan pulang di rumah sakit.

Dalam pembahasan lebih lanjut, hal ini juga akan mempengaruhi kesiapan sistem pendukungnya dalam memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah. Peran keluarga tidak dapat dipungkiri sebagai sistem pendukung yang sangat membantu, terutama saat pasien berada di rumah. Penderita akan merasa termotivasi untuk mematuhi pengobatan guna mempercepat pemulihan. Peran keluarga sebagai pemberi perawatan, pemerhati, dan pengingat untuk selalu mengingat pentingnya kepatuhan dalam koridor pengobatan. Di sisi lain, terdapat beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan perencanaan pulang, yaitu kurangnya koordinasi antara petugas kesehatan dengan disiplin ilmu yang berbeda turut berperan dalam perencanaan pulang. Hambatan potensial termasuk kurangnya program perencanaan pulang berdasarkan kebijakan standar, dan kurangnya komunikasi dan koordinasi antara penyedia layanan kesehatan dan pasien yang berbeda baik dalam pengaturan perawatan akut dan sub-akut, yang diidentifikasi sebagai masalah utama sistem.

Peningkatan kualitas keluar dari rumah sakit disarankan, termasuk pendekatan multidisiplin dengan peran yang teridentifikasi jelas di antara profesional perawatan kesehatan dan komunikasi peningkatan pengetahuan profesional kesehatan dan psikologi pasien. Kedua, kurangnya komunikasi perawat di rumah sakit dengan perawat dalam pengabdian masyarakat. Berdasarkan faktor-faktor hambatan tersebut, komunikasi merupakan masalah yang paling krusial untuk dapat melaksanakan perencanaan pulang dengan baik di rumah sakit. Terakhir, beberapa faktor yang mempengaruhi keefektifan pelaksanaan pembuangan, diantaranya komunikasi efektif yang tidak memadai.

Hasil studi menunjukkan perencanaan pulang merupakan aktivitas yang sangat penting dalam perawatan kesehatan perawat. Sayangnya hingga saat ini penerapannya di rumah sakit masih kurang. Berdasarkan kondisi tersebut maka tinjauan sistematis ini berupaya untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan perencanaan pulang di rumah sakit. Hasil penelitian mengacu pada dua faktor penting, yaitu faktor peningkatan dan impedansi. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut para perawat diharapkan tidak hanya meningkatkan peningkatan, tetapi juga faktor-faktor penghambat dalam pelayanan kesehatannya untuk memberikan asuhan keperawatan dan keselamatan pasien yang bermutu secara optimal.

Penulis: Hari Soebagiyo, Nursalam Nursalam, Ahsan Ahsan

Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada: https://e-journal.unair.ac.id/JNERS/article/view/18905

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu