Kronologi Tindakan Tegas UNAIR Tangani Kasus Fetish Jarik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Detik News

UNAIR NEWS – Belum lama ini, dunia maya dihebohkan dengan “Kasus Fetish Jarik” yang dilakukan oleh mahasiswa berinisial G. Jajaran pimpinan Universitas Airlangga (UNAIR) menindak tegas kasus itu dengan memberikan putusan Drop Out (DO) pada Rabu (5/8/2020).

Menanggapi hal ini, Online Scholarship Competition (OSC) berinisiatif mengadakan OSC Talk yang diadakan secara daring pada Minggu (9/8/2020). Talk Show itu bertajuk “Kasus Fetish Kain Jarik, Sikap UNAIR Tegas, Titik!”.

Dr. Suko Widodo selaku Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR menjadi narasumber utama dalam OSC Talk. Menurutnya, perkembangan kasus G sampai saat ini, Tim Polrestabes sudah berhasil mendatangkan G dari Kalimantan Tengah dan sementara terjerat kasus ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Pada awalnya, lanjutnya, pihak UNAIR membuka layanan Help Center agar para korban bisa menceritakan lebih dalam terkait kasus tersebut. Kemudian dari para korban tersebut, beberapa diajak untuk mengadakan pertemuan bersama keluarga G dan komisi etik UNAIR. Dari pertemuan itu, jajaran pimpinan UNAIR bertindak tegas dengan memberikan putusan DO kepada G.

“Semangat UNAIR adalah Excellence with Morality. Kami berpikir bahwa masa depan harus diisi dengan orang-orang yang tidak hanya cerdas, tapi tegas serta memiliki komitmen dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Sebelum kasus G tersebut mencuat, muncul beberapa keluhan dari mahasiswa baru 2018 saat G menjadi panitia yang melibatkan mahasiswa baru. Sejak saat itu, G tidak dilibatkan dalam kepanitiaan apapun.

“Dalam tatanan di kampus, dia sudah tidak dilibatkan kembali dalam kepanitiaan,” jelasnya.

Menurut pernyataan dosen pembimbing skripsi G, G tidak mengalami kemajuan sejak dia membuat judul skripsi hingga saat ini. Sedangkan perihal skripsi yang dilakoni G, Dr. Suko mengatakan bahwa judul skripsinya adalah “Diksi dan Gaya Bahasa dalam Majalah Sinemagraf”.

“Menganalisis isi dari judul tersebut, insya Allah tidak ada hubungannya dengan rayuan dan modus-modus G selama ini,” jelasnya.

Belajar dari kasus ini, pihak UNAIR akan mengevaluasi proses pembinaan dan bimbingan kepada mahasiswa untuk mendeteksi kasus-kasus lain. Para orang tua calon mahasiswa baru tidak perlu terlalu khawatir karena UNAIR akan bertindak tegas terhadap pelanggaran moralitas.

“UNAIR akan selalu tegas dalam mengemban amanah,” tutupnya. (*)

Penulis: Sandi Prabowo

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu