Kontribusi Pendidikan Radiografer Dukung Percepatan UNAIR Menjadi Kampus Top Dunia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (DIRJEN DIKSI) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto, Ph.D saat menyamppaikan materi. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mengadakan Web Seminar Nasional pertama kali pada Sabtu (8/8/2020). Hadir dalam webinar itu sebagai keynote speaker Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (DIRJEN DIKSI) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto, Ph.D dan Rektor UNAIR Prof Dr. Mohammad Nasih yang diwakili oleh Wakil Rektor I UNAIR Prof. Dr. Ni Nyoman Tripuspaningsih.

Webinar ini merupakan persembahan Fakultas Vokasi UNAIR dalam mewarnai pendidikan vokasi dengan trade mark vokasi yang sesungguhnya dan kiprahnya di Indonesia. Webinar tersebut mengambil tema “For Nation, Radiographer are Ready to Show Dedication (Radiografer Siap berbakti untuk Negeri)”.

Dalam webinar itu, beberapa narasumber dari dalam dan luar negeri mempresentasikan topik mengenai kinerja pendidikan vokasi, yang diwakili oleh Pendidikan Radiografer Indonesia. Upaya prodi yang sudah membangun link and match dengan industri tercatat mampu meningkatkan kompetensi lulusan dan daya jual lulusannya di IDUDA (Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja). Kondisi tersebut tentu relevan dengan program kerja utama Dirjen Vokasi Indonesia.

Untuk itu, Wikan dalam paparannya menyampaikan topik berjudul “Mencetak Lulusan Vokasi  Berskala Global melalui budaya Link and Match dengan IDUDA”. Wikan  menegaskan bahwa perguruan tinggi harus berlari menyiapkan kompetensi SDM dan kurikulum yang disusun bersama dengan IDUDA. Lulusan berskala global dengan skill yang mumpuni wajib dicetak perguruan tinggi agar SDM bangsa Indonesia menjadi raja di negeri sendiri.

Dirjen juga berharap produk paten sebagai hasil dari penelitian terapan dosen vokasi harus terus dipacu sebagai output luaran, selain publikasi internasional terindeks.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNAIR Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih yang mewakili Rektor UNAIR menjelaskan dalam mendukung visi misi Unair untuk menjadi 500 World Class Universitity, prodi telah melakukan berbagai kegiatan internasionalisasi.  UNAIR telah melakukan internasionalisasi melalui KKN internasional, PKL internasional, magang internasional, pengambilan data skripsi di level internasional, student dan staff mobility, adjunct profesor, serta joint  international publication. Internasionalisasi sudah diimplementasikan oleh Fakultas Vokasi pada khususnya dan Unair pada umumnya.

“Menuju Indonesia Keemasan 100th Indonesia Merdeka 2045 dengan bonus demografi, maka Pendidikan Vokasi menjadi salah satu pendidikan keahlian yg penting untuk membawa SDM Indonesia mengisi pasar kerja global,” papar Prof Nyoman.

Perlu diketahui, di Fakultas Vokasi UNAIR, Program Studi Pendidikan Radiographer di UNAIR bernama Diploma IV Teknologi Radiologi Pencitraan. Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UNAIR Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si mengatakan, prodi Pendidikan Radiographer telah melakukan berbagai kegiatan internasionalisasi.

“Antara lain pengayaan kurikulum, praktikum serta peningkatan skill instruktur klinis yang bekerja sama dengan Senior Experten Service (SES) Germany dalam kurun waktu 1 bulan di tahun 2017. Peningkatan kerja sama dengan asosiasi profesi (PARI) serta dunia industri kesehatan juga telah lama terjalin, baik dalam bentuk redesain kurikulum, kerja sama magang, maupun Praktek Kerja Lapangan (PKL),” tutur Prof Retna.

Prof Retna melanjutkan, peningkatan skill mahasiswa dilakukan dengan memberi kesempatan magang, KKN, serta penelitian bersama di Bach Mai Vietnam. Hal itu memberi andil besar bagi pengembangan prodi dan peningkatan kompetensi lulusan.

“Hal ini yang mendasari kompetensi lulusan sesuai dengan kompetensi yang diminta industri (dalam hal ini rumah sakit) maupun asosiasi profesi. Sehingga serapan lulusan 100 persen dengan masa tunggu kerja dua bulan,” tambah Prof Retna.

Di masa pandemi Covid-19, Prodi DIV TRP mengirimkan mahasiswa akhir untuk menjadi relawan di berbagai RS di Jawa Timur serta di Wisma Atlet sebagai bentuk partisipasi dan bagian dari Program Kampus Merdeka. Prodi ini juga sudah melaksanakan kegiatan internasionalisasi di level dosen dan mahasiswa. Di antaranya, PKL internasional, KKN internasional, magang internasional, pengambilan data skripsi di Bach May Hospital, dan join internasional publikasi dari skripsi mahasiswa.

Sementara itu Wakil Dekan 1 Fakultas Vokasi Unair Prof Dr Retna Apsari yang bertugas sebagai moderator pada acara tersebut menambahkan bahwa 22 mahasiswa Dual Degree antara Fakultas Vokasi Unair dan Asia University Taiwan sudah berhasil lulus dan menyandang gelar bachelor. Dalam rangka percepatan penguatan link and match tersebut, Fakultas Vokasi sudah berhasil mendapatkan pendanaan dari Dirjen Vokasi untuk 3 kegiatan Program Penguatan Pendidikan Vokasi (P3TV) untuk bidang Care Services, Ekonomi Kreatif dan Hospitality. Satu proposal terkait dengan penguatan LSP berskala Industri sudah didapatkan pendanaan dari Dirjen Vokasi. “Ke empat blok grant tersebut menunjukkan bahwa Fakultas Vokasi sudah siap berkiprah untuk memaksimalkan perkawinannya dengan IDUDA,” katanya.

Dalam kesempatan webinar itu, pembicara dari SES German, Anke Ohmstede memberikan presentasi mengenai pendidikan radiographer di Jerman, Eropa, dan dunia. Sedangkan Sugiyanto sebagai Ketua PARI Pusat (Perhimpunan Radiografer Indonesia) mempresentasikan materi seputar “Strategi PARI dalam mempersiapkan kompetensi global Radiografer Indonesia”. Pembicara terakhir yaitu Koordinator prodi DIV TRP dr. Lailatul Muqmiroh, Sp. Rad (K) membawakan topic seputar “Implementasi Pendidikan Radiographer berskala global di fakultas vokasi”. KPS D IV menjelaskan dengan detail terkait implementasi link and match yang sudah dilaksanakan oleh prodinya di level nasional dan internasional.

Acara ini juga dihadiri oleh panelis dari Bach Mai Hospital Vietnam, Mr. Nguyen Cong Tien, Mr Nguyen Tuan Dung dan Mr. Phan Anh Phuong dan Ketua Asosiasi Radiografer Vietnam Mr Loc Van Thai. Ketua SES Indonesia yang selama ini membantu dan memfasilitasi kerja sama dengan SES Germany, Adam Pamma sebagai wakil dari SES juga berkesempatan hadir sebagai panelis.

Dari Rektorat Universitas Airlangga, Wakil Rektor 1 Prof Dr. Ni  Nyoman Tri Puspaningsih dan Wakil Rektor 3 Prof  Dr. Bambang Sektiari yang baru saja dilantik bersedia meluangkan waktu untuk hadir. Hadir juga Ketua PIPS Dr. Yuni Sari Amalia, Dr. Anggrek dan Bapak Sugardo selalu sesepuh radiographer kita, Dekan Fakultas Vokasi Prof. Widi Hidayat, Ketua Depertemen Kesehatan Fakultas Vokasi.

Peserta berasal dari berbagai profesi, baik radiografer, applicant specialist, mahasiswa, dosen, dan profesi lain di seluruh Indonesia. Hadir pula beberapa radiografer dari beberapa rumah sakit pemerintah dan swasta Vietnam, juga mahasiswa vokasi dan non vokasi di UNAIR dan di seluruh Indonesia.

Di akhir web seminar Prof. Widi Hidayat menegaskan bahwa dengan diskusi yang menarik dengan melibatkan semua stakeholder yang terkait dengan Prodi D IV TRP sangat bermanfaat bagi institusi, dosen, mahasiswa organisasi profesi khususnya dalam perluasan jejaring dan peningkatan kompetensi lulusan vokasi. Web seminar ini merupakan salah satu bukti perkawinan Fakultas Vokasi UNAIR dengan IDUDA dan asosiasi profesi radiografer.(*)

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu