Pendekatan Psikososial untuk Bantu Pemulihan Orang dengan Skizofrenia (ODS)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI Orang dengan Skizofrenia (ODS). (Foto: halodoc.com)
ILUSTRASI Orang dengan Skizofrenia (ODS). (Foto: halodoc.com)

Orang dengan skizofrenia (ODS) mengalami berbagai perubahan akibat kondisi sakitnya. Perubahan tersebut meliputi cara berpikir (kognitif), cara mengekspresikan perasaan (emosional), dan cara berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya (sosial). Sebanyak 70–80 persen ODS  mengalami penurunan kognitif jika dibandingkan dengan populasi normal.

Gangguan fungsi kognitif pada ODS menyebabkan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia normal di masyarakat, kesulitan dalam memecahkan masalah, penurunan keberhasilan dalam program rehabilitasi, dan ketidakmampuan mempertahankan pekerjaan. Fungsi kognitif ODS akan berpengaruh pada kemampuan fungsi sosial yang meliputi keterampilan inerpersonal dalam bentuk menarik diri, isolasi sosial, tidak mau bergaul, serta menghindar untuk berhubungan dengan orang lain. Fungsi kognitif dan sosial yang tidak diatasi pada ODS akan semakin memperburuk kondisi skizofrenia yang telah dialami dan menghambat pemulihan.

Namun, berbagai gejala tersebut dapat diatasi dengan adanya pendekatan oleh tenaga kesehatan dan pemerhati kesehatan jiwa untuk mencapai kondisi pulih. Pemulihan adalah suatu keadaan ketika ODS yang telah berobat dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari bersama keluarga dalam lingkungan masyarakat. ODS itu dapat mencapai kebermaknaan dalam hidup, dihargai, dan kembali ke mencapai fungsi kehidupan tanpa gejala. Salah satu pendekatan dalam pemulihan ODS adalah bersifat psikososial, yang terdiri atas remediasi kognitif dan psikoedukasi.

Remidiasi kognitif adalah intervensi berbasis latihan perilaku yang bertujuan memperbaiki proses kognitif seperti perhatian, daya ingat, fungsi eksekutif, kognisi sosial, dan metakognisi yang bersifat umum serta dapat bertahan lama. Latihan dapat diberikan dalam bentuk tugas individu, dilakukan dalam satu kelompok dan dibimbing oleh 1–2 orang instruktur. Materi remediasi menekankan pada pemfokusan perhatian dan memori, menggunakan materi yang mudah didapat serta relatif murah seperti  potongan berita koran, rekaman lagu dan berita, daftar belanja, serta kartu bergambar dan cerita pendek. Pemberian remidiasi koginitif yang rutin dan konsisten akan dapat meningkatkan kemampuan koginitif ODS serta berdampak pada kemampuan sosialnya.

ODS juga membutuhkan intervensi psikososial. Salah satunya adalah psikoedukasi. Psikoedukasi merupakan pendidikan kesehatan pada pasien yang bertujuan mengatasi masalah psikologis yang dialami. ODS maupun keluarga yang merawat juga mengalami berbagai masalah psikologis sehingga psikoedukasi sangat efektif diberikan pada pasien ODS dan keluarga yang merawat. Psikoedukasi yang diberikan bisa bersifat pasif dengan pemberian informasi tentang skizofrenia, tenda dan gejala, penyebab dan cara merawat ODS di rumah dengan menggunakan media  leaflet, email atau website. Sementara, psikoedukasi yang bersifat aktif berupa konseling atau pemberian pendidikan kesehatan secara individu atau kelompok dengan melatih keterampilan praktis seperti teknik pemecahan masalah yang nyata, seperti apa yang harus dilakukan oleh keluarga ketika ODS kambuh. Psikoedukasi efektif dalam mencegah kekambuhan, penerimaan kembali, dan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap obat.

Kombinasi intervensi remediasi kognitif dan psikoedukasi pada ODS merupakan salah satu jalan yang dapat ditempuh tenaga kesehatan yang menangani ODS, khususnya mengatasi masalah psikososial yang dialami ODS. (*)

Penulis: Rizki Fitryasari

Publikasi penelitian:

https://e-journal.unair.ac.id/JNERS/article/view/19001

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu