Open Talk UNAIR: Mengenal Seluk Beluk Kampus dan Prospek Karir Prodi FISIP

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DISKUSI di museum kematian FISIP UNAIR. (Foto: Istimewa)
DISKUSI di museum kematian FISIP UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mendekati masa penerimaan mahasiswa baru, Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar seri Open Talk yang diisi oleh beberapa akademisi. Pada sesi Kamis (6/8/2020), Dosen FISIP UNAIR Igak Satrya Wibawa, S.Sos., MCA., Ph.D. hadir untuk berbagai informasi menarik seputar perkuliahan dan prospek karir program studi sosial dan humaniora (soshum).

Dalam acara yang digelar melalui live Instagram tersebut, Igak menuturkan bahwa prodi-prodi soshum, khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), memiliki banyak segmentasi ilmu yang dapat mengakomodasi berbagai minat ilmu calon mahasiswa. Pada FISIP sendiri, terhitung ada tujuh prodi S1 yang telah memperoleh akreditasi nasional maupun internasional.

Selain itu, menurutnya FISIP memiliki iklim dan suasana perkuliahan yang berbeda daripada fakultas lain. “Semua fakultas punya keistimewaannya masing-masing. Tapi, FISIP seringnya disebut kampus rakyat. Kualitas dan kuantitas sosialisasinya begitu tinggi. FISIP menjadi konsentrasi pertemuan mahasiswa dari berbagai latar belakang,” katanya. 

Fakta tersebut akhirnya membuat FISIP memiliki berbagai fasilitas penunjang perkuliahan maupun aktivitas mahasiswa. Bukan hanya fasilitas biasa, FISIP UNAIR memiliki beberapa fasilitas unik seperti museum kematian, mini teater, laboratorium visual, hingga taman demokrasi yang sering digunakan mahasiswa untuk berorasi.

Maka dari itu, Igak mengimbau para pelajar untuk tidak ragu-ragu memilih FISIP UNAIR apabila merasa soshum adalah minat atau keahliannya. Menurutnya tidak ada skill tertentu yang harus dimiliki pelajar apabila ingin menjadi bagian dari FISIP UNAIR. Satu-satunya yang menentukan adalah keinginan dan minat kalian.

Skill itu lintas batas. Tak perlu takut mendaftar ke FISIP walau kalian siswa IPA. Karena potensi nantinya akan dengan sendirinya muncul saat kalian telah menjadi mahasiswa. Kan tujuan kuliah ya itu, memunculkan potensi diri,” ujarnya.

Igak juga mengingatkan agar pelajar tidak begitu mempercayai stereotype pada prodi-prodi tertentu. Prodi Ilmu Komunikasi tidak melulu mengedepankan public speaking, prodi Hubungan Internasional tidak hanya tentang berdebat, begitu pula dengan prodi yang lain.

Hal lain yang perlu diketahui mengenai prodi soshum di FISIP adalah prospek dan peluang kerjanya. Igak menyebut bahwa prodi soshum memiliki keistimewaan karena mampu mengisi pekerjaan yang dahulu belum pernah ada.

“Lima tahun lalu kita tak tahu istilah influencer, vlogger, copywriter, dan berbagai bidang pekerjaan lain yang terkait dengan sosial media dan revolusi industry 4.0. Tapi sekarang perubahan segmentasi kerja itu benar ada. Dan itulah area yang menjadi peluang kerja anak-anak soshum yang uniknya mampu mereka ciptakan sendiri,” ungkapnya.

Maka dari itu, Igak berpesan agar calon mahasiswa baru mampu menemukan minat, keahlian, dan kepercayaan dirinya. Jangan menempatkan diri terlalu rendah dan terhalang oleh stereotype atau ketakutan tak berdasar dalam memilih jurusan. Karena sejatinya, kuliah adalah medium untuk membantu mengembangkan keahlian dan bukannya sarana yang mendikte hidup mahasiswa. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu