Tingkatkan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi, Mahasiswa KKN UNAIR Bagikan Jamu pada Masyarakat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga membagikan jamu kepada masyarakat Desa Genaharjo, Semanding, Tuban. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami perkembangan. Jumlah pasien positif terinveksi virus itu pun terus mengalami peningkatan setiap harinya. Hingga saat ini, peneliti belum menemukan vaksin khusus yang dapat digunakan untuk mencegah virus Covid-19. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah menjaga daya tahan tubuhnya agar tidak mudah terpapar virus apapun.

Berdasarkan hal itu, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga (UNAIR) di Desa Genaharjo, Semanding, Tuban berinisiatif untuk membagikan jamu kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 21 Juli 2020 itu bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas daya tahan tubuh mayarakat setempat agar tetap kuat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Nurul A’ilda, selaku penanggung jawab program kerja tersebut yang juga mahasiswa Farmasi UNAIR, menjelaskan beragam manfaat jamu untuk kesehatan tubuh. Menurutnya, jahe memiliki khasiat untuk mengatasi masalah pencernaan, anti peradangan, dan mengurangi rasa mual; temulawak bermanfaat untuk antioksidan, antibakteri, antiradang, melancarkan aliran darah, dan menambah nafsu makan; sementara kunyit berkhasiat untuk melawan infeksi, mencegah osteoarthritis dan kolestrol tinggi, dll.

“Berbagai khasiat tersebut menunjukkan bahwa jamu sangat menyehatkan, tidak mengandung bahan pengawet dan kimia, serta aman untuk imunitas masyarakat dalam situasi pandemi yang rawan seperti ini,” jelasnya.

Sistem pembagian jamu dilakukan oleh kelompok mahasiswa itu dengan berkeliling desa dan memberikan pack jamu yang sudah siap minum kepada warga setempat. Dalam pembagiannya, mereka lebih mengutamakan untuk memberikan jamu kepada lansia dan orang-orang yang sering beraktifitas atau bekerja di luar rumah.

“Lansia dan orang yang bekerja di luar ruangan itu lebih rentan terkena sakit, sehingga mereka menjadi prioritas utama kami untuk diberikan jamu agar tetap menjaga kesehatan tubuhnya,” terang mahasiswa yang kerap disapa A’ilda itu.

Terakhir, A’ilda berharap dengan adanya kegiatan bagi jamu masyarakat bisa teredukasi dan lebih sadar akan kesehatannya dengan memproduksi jamu sendiri dari bahan rempah-rempah. Apalagi mengingat bahwa Indonesia, khususnya daerah tersebut kaya akan tanaman rempah-rempah sangat memudahkan masyarakat dalam memproduksi dan mengonsumsi jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh setiap harinya.

“Selain itu, dengan rajin mengnsumsi jamu, masyarakat juga turut melestarikan minuman tradisional Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Nikmatus Sholikhah

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu