UNAIR Telah Fasilitasi Rapid Test 3.700 Peserta selama UTBK 2020

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SALAH seorang peserta UTBK menjalani rapid test di Hall Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C. (Foto: M. Alif Fauzan)
SALAH seorang peserta UTBK menjalani rapid test di Hall Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C. (Foto: M. Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – UTBK Tahap III diselengarakan Universitas Airlangga pada Kamis (30/7/2020) di fasilitas UTBK UNAIR Kampus C. Pelaksanaan UTBK Tahap III itu ditujukan untuk memfasilitasi para peserta UTBK yang mendapatkan hasil rapid test reaktif pada jadwal UTBK Tahap I (5-14 Juli 2020) dan Tahap II (20-29 Juli 2020).

Mengingat, hasil rapid test non-reaktif menjadi salah syarat agar peserta UTBK dapat mengikuti ujian di Pusat UTBK Surabaya. Melaporkan pelaksanaan ujian di Pusat UTBK UNAIR dan detail penyelengaraan UTBK Tahap III UNAIR, Ketua Pusat UTBK UNAIR Prof Junaidi Khotib, Ph.D., memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis (30/7/2020) di Airlangga Convention Center (ACC).

“Alhamdulilah dua tahap untuk ujian UTBK ini sudah kita lewati. Dan, Alhamdulillah pusat UTBK Universitas Airlangga sudah bisa menjalankan amanah dari LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) dengan baik,”

Prof Junaidi menjelaskan bahwa jadwal peserta ujian relokasi dilaksanakan hari ini, tepatnya pada Kamis (30/7/2020). Berdasar data panitia, peserta relokasi yang terdaftar di Pusat UTBK UNAIR mencapai 319 peserta. Hampir seluruhnya melakukan ujian relokasi disebabkan hasil rapid test-nya reaktif. Meski demikian, mereka masih bisa mengikuti ujian pada tahap relokasi ini dengan uji rapid test kembali.

”Dari 319 orang itu, setelah kita cek, ternyata ada 14 orang yang mengikuti UTBK di tahap II kemarin (20-29 Juli 2020, Red),” ujarnya.

”Artinya, pada saat mereka mengajukan relokasi, mereka itu masih reaktif. Kemudian dalam perjalanan waktu, mereka uji kembali, mereka sudah non-reaktif sehingga mereka bisa dilakukan mengikuti ujian pada tahap II kemarin,” tambah Prof Junaidi.

Dengan begitu, total terdapat 303 peserta UTBK relokasi yang melakukan ujian pada tahap III Semua pelaksanaan ujian berada di kampus C. ”Dan dari 303 itu, tadi sudah ada yang mulai datang melakukan tes rapid. Empat di antaranya masih reaktif. Dengan demikian, yang bersangkutan tidak bisa mengikuti ujian,” tuturnya.

Prof Junaidi menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pengujian kepada peserta reaktif secara berulang. Itu dilakukan untuk mengurangi terjadinya hasil false dalam pengukuran sehingga mendapat ketepatan hasil tes. Pengujian dilakukan sampai dua kali untuk mereka yang masih reaktif.

”Nanti mulai pukul 14.00 dilakukan ujian serentak di semua fasilitas di kampus C ini,” ucapnya.

Ketua Pusat UTBK UNAIR Prof Junaidi Khotib, Ph.D., memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis (30/7/2020) di Airlangga Convention Center (ACC). (Foto: M. Alif Fauzan)

Secara keseluruhan, sebut Prof Junaidi, dari dua gelombang sebelumnya, peserta UTBK yang sudah terdaftar di UNAIR itu mencapai 24.966 peserta. Yang mengikuti ujian sekitar 22.567 peserta. Sehingga yang tidak hadir sekitar 9 persen, yaitu 2.419 peserta.

Sementara itu, rapid test yang dilakukan UNAIR untuk peserta UTBK mencapai sekitar 3.700 pemeriksaan. Ada 122 siswa yang reaktif.

”Nah, 122 itu yang ikut relokasi di tahap III ini. Ditambah mereka yang melakukan mandiri tes. Jadi, mereka yang melakukan pengujian mandiri. Apakah rapid test ataukah juga tes swab mandiri hingga total hari ini pengujian sekitar 303 orang,” jelasnya.

Prof Junaidi berharap seluruh peserta yang terdaftar dalam UTBK Relokasi ini bisa hadir semua. Terutama mampu menjalani ujian dengan baik. Secara keseluruhan, mereka berasal dari Surabaya.

”Jadi, relokasi ini juga untuk menerima dari tempat lain. Ada satu dari Semarang. Dulu ada yang terdaftar di UNAIR, ada empat yang keluar dari UTBK Surabaya. Ada dua di Pekan Baru, Denpasar, dan dua di semarang,” ungkapnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu