Latar Belakang Militer, Koneksi Politik, Kualitas Audit, dan Kualitas Laba

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Hesatanto Personal Website

Penelitian mengenai kualitas audit diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Hu (2015). Penelitian tersebut merangkum berbagai penelitian terdahulu dan mengungkap bahwa kualitas audit berhubungan erat dengan kualitas laba. Penelitian tentang kualitas laba dilakukan oleh Houqe dkk. (2017), yaitu meneliti pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba dan membuktikan bahwa kualitas audit meningkatkan kualitas laba. Penelitian tersebut menjadi salah satu acuan utama dalam penelitian ini.

Pemikiran mengenai pengaruh koneksi politik terhadap kualitas audit didasari oleh penelitian Harymawan dkk. (2016) yang membuktikan bahwa koneksi politik memiliki pengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian Benmelech dkk. (2015) mengungkap bahwa CEO yang berlatarbelakang militer memiliki kecenderungan lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan dan cenderung memiliki resiko lebih kecil perusahaannya terkena fraud, dengan demikian latar belakang militer memiliki pengaruh positif terhadap kualitas operasi dan pelaporan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek latar belakang militer dan koneksi politik terhadap kualitas laba dengan kualitas audit sebagai pemediasi. 

Penelitian ini menggunakan teori keagenan. Teori keagenan adalah salah satu bagian dari teori positif yang menjelaskan mengenai hubungan antara pihak yang memiliki sumber daya atau principal dan pengelola perusahaan atau biasa disebut manajer/agen untuk mengelola sumber daya tersebut. Hubungan keagenan adalah suatu kontrak dimana seseorang atau lebih (prisipal) melibatkan orang lain (agen) untuk melakukan beberapa layanan atas nama mereka yang melibatkan mendelegasikan sebagai kewenangan pengambilan keputusan agen. Hubungan antara teori keagenan dengan penelitian ini menjelaskan bahwa adanya perbedaan kepentingan yang timbul antara pemilik perusahaan dan manajemen perusahaan termasuk perusahaanperusahaan pemerintah yang telah listing di BEI. Konflik kepentingan yang timbul dari teori keagenan ini akan mempengaruhi kualitas audit dan kualitas laba perusahaan.

Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif mempergunakan sektor pertambangan yang go public pada periode 2017-2018 sebagai sampel. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Penelitian ini menggunakan salah satu pengukuran yang direkomendasikan oleh Hu (2015), kualitas audit diukur dengan ukuran Kantor Akuntan Publik yang dibagi menjadi Big4 dan Non-Big4. Kualitas laba diukur menggunakan proksi discretionary accrual (Dechow, Sloan, dan Sweeney, 1995), Latar belakang militer menggunakan pengukuran Benmelech dan Frydman (2015) dan koneksi politik menggunakan Harymawan dan Nowland (2016)

Hasilnya, ditemukan bahwa latar belakang militer memberi pengaruh positif pada kualitas audit dan koneksi politik memberi pengaruh negatif pada kualitas audit. Sedangkan latar belakang militer tidak berpengaruh pada kualitas laba, dan koneksi politik tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Serta kualitas audit tidak berpengaruh pada kualitas laba. Begitu juga untuk hipotesis mediasi kualitas audit tidak berpengaruh pada hubungan latar belakang militer dan koneksi politik terhadap kualitas laba.

Penulis: Arif Widodo dan Zaenal Fanani
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:  https://www.ecojoin.org/index.php/EJA/article/view/658/639

Arif Widodo & Zaenal Fanani. (2020). Military Background, Political Connection, Audit Quality and Earning Quality. Jurnal Akuntansi/Volume XXIV, No. 01 June 2020: 79-94 DOI: http://dx.doi.org/10.24912/ja.v24i1.658

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu