KKN Mandiri Ujunggede Ajak Masyarakat Bisnis Scrunchies Dari Kain Sisa Konveksi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah satu produk scrunchies yang dihasilkan ibu-ibu Desa Ujunggede Pemalang dari sisa kain Konveksi. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Pandemi Virus COVID-19 di Indonesia belum mereda, namun saat ini telah memasuki era new normal. Walaupun belum sepenuhnya bebas melakukan aktivitas seperti biasa, masyarakat tetap dianjurkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Hal ini ditujukan untuk pelaku usaha agar perekonomian berjalan kembali. Ternyata, adanya pandemi Covid-19 justru membuat beberapa bisnis meningkat dengan dilakukannya bisnis online.

Melihat peristiwa tersebut peserta KKN Mandiri Wilda Gusfi di Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, menggandeng ibu-ibu rumah tangga untuk menjalankan bisnis dari olahan kain perca  dari konveksi terdekat rumahnya untuk program kerja KKN nya.

“Karena di dekat rumah banyak konveksi yang menghasilkan pakaian, celana memiliki sisa bahan dari pada dibuang, kadang juga dibakar akhirnya saya berinisiatif untuk mengolah menjadi bahan pakai adapun produk yang dihasilkan berupa scrunchies, keset, masker,” jelas Wilda.

Scrunchies, sambungnya, dipilih menjadi produk hasil dari kain sisa karena scrunchies (karet rambut, –red) sedang viral di media sosial seperti Tiktok, Instagram maupun Youtube. Mulai dari promosi produk, packaging hingga tutorial pembuatan semua ada di media sosial.

“Terutama para cewek yang sering memakai maupun wanita yang menggunakan hijab untuk mencepol rambutnya agar terlihat rapih,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa bahan yang diperlukan hanya kain perca, benang dan karet. Kebanyakan ibu-ibu rumah tangga di RT07 RW01 Ujunggede memiliki mesin jahit di rumah hingga mudah untuk memproduksi sendiri. Setelah di produksi menjadi scrunchies, keset maupun masker, Wilda langsung mengajarkan ibu-ibu di kampung memfoto produk untuk menjadi foto katalog. Peserta KKN Mandiri ini juga mengajarkan ibu-ibu untuk memasarkan produknya di media sosial dan market place seperti facebook dan shopee yang biasa digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga selain mengurus anaknya.

“Sudah 4 minggu dari awal KKN menjalankan bisnis ini alhamdulilah membantu menambah penghasilan ibu-ibu maupun saya sebagai fasilitator, semoga bisnis ini akan terus berjalan,” jelas mahasiswa semester 6 tersebut saat diwawancarai oleh UNAIR NEWS.

Penulis: Dewi Masluqiyah

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu