Lakukan Pemberdayaan Pangan, Mahasiswa KKN UNAIR Cetuskan Budi Daya Tanaman Hidroponik di Desa Lebo, Sidoarjo

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah seorang anggota kelompok KKN-BM UNAIR berfoto bersama dengan warga setempat setelah selesai menanam sayur secara hidroponik. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS –  Kondisi tanah di setiap daerah berbeda-beda dan tidak semuanya berpotensi untuk dijadikan sebagai lahan bercocok tanam. Tanah yang kering sering menjadi salah satu kendala tersendiri karena tanaman susah tumbuh. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui bahwa bercocok tanam dapat dilakukan tanpa menggunakan media tanah.

Melihat hal itu, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Bersama Masyarakat (KKN-BM) Universitas Airlangga (UNAIR) di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo berinisiatif mengenalkan dan mengajak masyarakat melakukan cocok tanam secara hidroponik.  Hidroponik sendiri merupakan metode budi daya tanaman yang dilakukan dengan menggunakan media air.

Ferliana Rahmah, penanggung jawab program kerja tersebut menjelaskan bahwa kegiatan yang diikuti sekitar 20 masyarakat setempat itu dilakukan sebagai upaya untuk pemberdayaan pangan. Ketika tanaman itu sudah tumbuh nantinya, hasil panen dapat dijadikan oleh masyarakat sebagai bahan pangan, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli sayur.

“Selain hasil panen tanaman yang lebih menyehatkan apabila dikonsumsi karena bebas dari pestisida, kegiatan hidroponik ini juga bisa dijadikan sebagai penghijauan dan memperindah lingkungan agar terlihat lebih asri” terang mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia itu.

Bekerjasama dengan salah satu masyarakat yang merupakan sarjana pertanian, kegiatan itu dilaksanakan pada Minggu, 19 Juli 2020 lalu. Sebelumnya, masyarakat dan mahasiswa KKN melakukan kerja bakti di sekitar desa untuk mempersiapkan lingkungan yang bersih terlebih dulu. Setelah itu, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi dan pengenalan mengenai apa itu hidroponik, media dan peralatan yang akan digunakan, dan bagaimana proses penanamannya. Terakhir, mereka langsung melakukan praktik penanaman sayuran secara hidroponik.

“Benih sayuran pare dijadikan sebagai sampel saat melakukan praktik penanaman karena daya tahan tanaman itu lebih bagus dibandingkan benih tanaman lainnya. Setelah ini, masyarakat dapat menanam beraneka jenis sayuran lainnya sebagai stok bahan pangan nantinya,” tambah Ferliana.

Puspita Sari, salah satu warga setempat mengaku senang dengan adanya kegiatan seperti itu. “Dengan adanya pengenalan hidroponik ini, kami bisa mengisi kegiatan selama pandemi dengan produktif karena penanamannya pun tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga kami dapat melakukannya dengan mudah,” terangnya.

Penulis : Nikmatus Sholikhah

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu