UNAIR Dukung Halmahera Barat Cegah Stunting dengan Kirim Multi Vitamin Mineral

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si selaku Ketua Tim Pengambdian Kepada Masyarakat dalam Pencegahan Stunting LPPM UNAIR. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Univeristas Airlangga mendukung program pencegahan stunting Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Dukungan itu berupa intervensi spesifik pemberian suplementasi multi vitamin dan mineral untuk ibu hamil dan calon pengantin wanita. Bantuan suplemen tersebut telah dimasukkan ke ekspedisi barang pada Senin (20/7/2020) dan akan diberangkatkan pada Rabu (22/7/2020) nanti.

Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si atau yang akrab disapa Prof. Mamik selaku Ketua Tim Pengambdian Kepada Masyarakat dalam Pencegahan Stunting LPPM UNAIR menjelaskan bahwa nantinya suplemen tersebut akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat. Suplemen tersebut akan digunakan sebagai salah satu program pelayanan pra-nikah guna menyiapkan calon ibu sejak sebelum hamil agar kehamilannya sehat.

“Jumlah vitamin yang dikirimkan ke Halmahera Barat sementara ini adalah 2000 botol,” ucap Prof. Mamik.

Prof. Mamik melanjutkan, 2000 botol tersebut terdiri dari 1000 botol untuk sasaran ibu hamil yang setiap botolnya berisi 180 kapsul untuk dikosumsi selama enam bulan. 1000 botol yang lain untuk calon pengantin wanita yang pada setiap botolnya berisi 60 kapsul.

Menurutnya, jumlah bantuan tersebut belum bisa mengintervensi seluruh kabupaten. Namun saat ini difokuskan untuk mengintervensi pilot project di Desa Lokus Stunting.

“Suplemen multi vitamin mineral perlu diberikan kepada ibu hamil dan calon pengantin wanita karena masalah kekurangan zat gizi mikro masih banyak dijumpai di Indonesia dan beberapa negara kawasan Asia dan Afrika,” jelas dosen di FKM UNAIR tersebut.

Micronutreints Masa Prakonsepsi untuk Cegah Stunting

Selain masalah kesehatan, pemberian suplemen tersebut juga berdasarkan pada hasil penelitian di berbagai negara yang membuktikan bahwa suplementasi multi micronutrient pada masa kehamilan dapat memperbaiki kualitas bayi yang dilahirkan, serta menurunkan risiko komplekasi kehamilan.  Terlebih jika intervensi diberikan sejak sebelum hamil.

Begitupula hasil penelitian Prof. Mamik yang dilakukan di Kab Probolinggo. Penelitian tersebut membuktikan bahwa pemberian multi micronutreints pada masa prakonsepsi, dengan sasaran calon pengantin wanita dapat mencegah terjadinya neonatal stunting (stunting sejak lahir).

“Nah, di Provinsi Maluku Utara, prevalensi neonatal stunting termasuk tinggi. Oleh karena itu sangat tepat jika intervensi ini diberikan di Maluku Utara,” lanjutnya.

Multi vitamin mineral yang diberikan UNAIR tersebut merupakan formula dari United Nations International Multiple Micronutrients Preparation (UNIMMAP). Suplemen tersebut mengantung 15 macam zat gizi mikro. Yaitu 30 mg Fe; 400 μg asam folat, 800 μg retinol, 200 IU vitamin D, 10 mg vitamin E, 70 mg vitamin C, 1,4 mg vitamin B1, 1,4 vitamin B2, 18 mg vitamin B3, 1,9 mg vitamin B6, 2,6 μg vitamin B12, 15 mg Zn, 2 mg copper, 65 μg Se, dan 150 μg yodium.

“Formula ini sesuai yang direkomendasikan oleh WHO untuk mengatasi masalah kekurangan zat gizi ganda di berbagai negara terutama di kawasan Asia dan Afrika,” terang Guru Besar Aktif FKM UNAIR yang ke-13 itu.

Suplemen tersebut adalah donasi dari Vitamin Angels, Organisasi non-profit dari California. Yaitu sebagai bentuk kerja sama antara LPPM UNAIR dengan Vitamin Angels, bersadarkan MoU yang ditandatangani pada bulan November 2018.

Bersamaan dengan pengiriman suplemen tersebut, LPPM UNAIR akan menyumbangkan pemikiran untuk membantu mengembangkan inovasi sebagai strategi dalam menurunkan prevalensi stunting di Maluku Utara. Oleh karenanya, LPPM segera akan menjalin kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Halmahera Barat.

Setelah pengiriman bantuan tersebut, Prof. Mamik berharap akan berlanjut kerjasama antara pemerintah Kabupaten Halmahera Barat atau Provinsi Maluku Utara dengan UNAIR. Selain itu, program tersebut diharapkan dapat menjadi kebijakan ataupun program strategis dalam penurunan stunting di Maluku Utara.

 “Saya berharap, program rintisan ini tahun depan dapat menjadi kebijakan ataupun program strategis dalam penurunan stunting di Maluku Utara,” pungkasnya. (*)

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu